MUI Gelar Kongres Ekonomi Islam Hingga Gas Sarin Ciptaan Hitler

CentralNews- CILEGON (07/04) Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tanggal 22 April 2017 berencana akan menggelar Kongres Ekonomi Umat guna memberikan masukan arah perekomian nasional Indonesia.

“Mendapatkan dukungan penuh dari presiden untuk melakukan perubahan ekonomi nasional kita, makanya tema nya itu adalah arus baru ekonomi Indonesia,” kata KH.Ma’ruf Amien, Ketua MUI, usai memberikan dakwahnya dalam pengajuan bulanan Yayasan Pendidikan Islam Al-Khairiyah, di Kota Cilegon, Jum’at (07/04/2017). nfl jerseys at tj maxx soccer kits

Dirinya berharap dari kongres tersebut dapat melahirkan sebuah gagasan perekonomian Islam yang bisa membantu kemajuan ekonomi nasional.

“Jadi kita harap dalam kongres umat Islam ini ada perubahan ekonomi nasional,” terangnya.

Selain itu, MUI pun meminta PBB untuk mengatur tuntas dugaan penggunaan gas kimia bernama Sarin yang telah dipergunakan untuk membunuh banyak nyawa di Suriah pada Selasa, 04 April 2017 lalu.

Loading...

nfl jerseys cowboys color rush “>”PBB diharapkan melakukan penyelidikan yang adil, sehingga itu diharapkan ada penelitian dari PBB. Kita (MUI) belum punya data yang konkret,” tegasnya.

Perlu diketahui bahwa senjata kimia yang diduga gas Sarin yang dijatuhkan oleh pasukan militer Assad telah menewaskan banyak orang termasuk anak-anak tidak berdosa. Bahkan pejabat intelijen AS menuding kematian para korban besar kemungkinan disebabkan oleh gas saraf sarin yang dijatuhkan oleh pesawat tempur Suriah dari pasukan militer Assad.

Namun pemerintah Suriah membantah terlibat dalam serangan gas beracun itu dan menyalahkan pemberontak atas serangan kimia terparah di Suriah itu. Rusia pun membela sekutunya, ugg outlet clinton crossing castle rock Suriah menyatakan bahwa gas beracun tersebut adalah milik pemberontak yang disimpan dalam gudang, yang terkena serangan udara rezim Suriah.

Gas Sarin sendiri awalnya tercipta secara tidak sengaja oleh peneliti di zaman Hitler dengan tujuan ketahanan pangan. Namun karena gagal untuk pangan, gas tersebut di ubah oleh Hitler untuk mesin pembunuh massal meski hingga akhir hayatnya tak pernah dipergunakan oleh Hitler. (Yandhi)

.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here