Novel Baswedan Diteror Lagi

Centralnews – NASIONAL,  Novel Baswedan terbentur pohon nangka saat mencari air untuk membasuh mukanya setelah disiram air keras. Demikian disampaikan Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol Dwiyono, usai menjenguk korban di RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Menyikapi hal tersebut Forum Banten Bersih.masyarakat sipil anti korupsi (Banten Bersih) mengutuk dan melaknat keras pelaku teror penyerangan air keras terhadap Novel Baswedan.

Penyerangan dengan penyiraman air keras yg mengenai wajah dari penyidik KPK Novel Baswedan harus dimaknai sebagai perlawanan terhadap negara dalam memberantas korupsi.  Kejadian ini benar-benar harus diusut tuntas oleh para aparat penegak hukum dengan membongkar siapa aktor intelektual dari penyerang teror  tersebut. Hal ini harus dipandang bukan saja penyerangan terhadap personil KPK tapi lebih jauh, ini adalah upaya penggembosan upaya negera untuk bersih-bersih dari korupsi,  jelas ini dilakukan oleh para koruptor dan antek-anteknya yang sangat resah atas sepak terjang dari novel baswedan yang memang dikenal sebagai penyidik KPK yang tak kenal kompromi dalam memberantas korupsi.

Negara tak boleh kalah dan berdiam diri atas insiden ini jika didiamkan maka para koruptor bisa lebih jauh bertindak dan meneror untuk menggembosi upaya pemberantasan korupsi, dan kajadian ini akan menjadi insiden buruk yang tentunya berdampak pada kemunduran pembrantasan korupsi.

Banten bersih mengajak semua masyarakat sipil anti korupsi untuk bersama-sama berdiri tegak di depan dalam membela Novel Baswedan dan KPK untuk menuntut Presiden dan KAPOLRI  segera mengintruksikan dilakukannya penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus ini agat dapat terungkap secara gamblang siapa pelaku dan aktor intelektual penyerangan terhadap Novel Baswedan.

Loading...

Negara harus menjamin bahwa upaya pembarantasan korupsi tidka boleh kalah terhadap teror pengecut para koruptor.  Publik harus tau siapa dan kelompok mana yg telah melakukan tindakan pengecut ini,  Ini pertaruhan nama baik negara dan aparat kepolisian, simbol pemberantasan korupsi telah diciderai dengan insiden penyerangan ini negara tidak boleh kalah, publik harus menjadi garda terdepan untuk menjadi partisan dalam membantu Novel Baswedan dan KPK dalam memberantas korupsi.

Menurut Pemuda Muhammadyah, kejadian yang menimpa penyidik KPK Novel Baswedan merupakan tindakan nyata teror terhadap Pemberantasan Korupsi. Agenda pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh KPK tidak pernah sepi dari upaya pelemahan secara kelembagaan, kriminalisasi bahkan ancaman terhadap keselamatan. Insiden yang menimpa Novel Baswedan merupakan teror yang mematikan bagi upaya keras yang dilakukan Novel untuk mengungkap kasus di KPK. (mow)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here