Tampar Buruh Perempuan, AKBP Danu Terancam Pemecatan

Centralnews-Hukum, Kasat Intel Polres Metro Tangerang AKBP Danu Wiyata Subroto terancam sanksi pemecatan secara tidak hormat. Polres Tangerang memastikan memberikan sanksi kepada Kasat Intel AKBP Danu jika terbukti melakukan pelanggaran. Hukuman nantinya akan diputuskan dalam sidang internal polri.

Kapolres Metro Kota Tangerang  Kombes Harry Kurniawan menyatakan bahwa, pemeriksaan oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) tidak secara rinci menentukan pelanggaran Danu Wiyata Subroto. Apakah kasusnya masuk dalam kategori disiplin atau kode etik, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan di Polda Metro.

“Ada aturannya di internal, baik itu disiplin mau pun kode etik. Nanti sidang yang akan menentukan itu, pelanggaran hukumannya apa. Ada sidangnya, kalau kita menegur secara langsung sudah sebagai atasan, nfl-jerseys-at-walmart-aliexpress ” kata Kapolres Metro Kota Tangerang Kombes Harry Kurniawan di Polres Metro Tangerang, Jl Daan Mogot, Tangerang, Senin (10/4/2017).

Kasat Intel Polres Metro Tengerang Kota, Danu Wiyata Subroto terancam pencopotan jabatan hingga pemecatan secara tidak hormat. Pasca diperiksa Polda Metro, Danu akan menjalani sidang disiplin dan etik di internal Polri.

“Sanksinya nanti kan dari disiplin, penundaan jabatan, penurunan jabatan, sampai nanti kode etiknya, pencopotan tidak hormat atau dengan hormat,” tegasnya

Loading...

Terkait ada informasi bahwa anggotanya terkena ludah buruh, moncler boots ugg boots Harry menyebut hal itu tak bisa jadi alasan. Menurutnya, apa pun pemicunya, penamparan tersebut tak bisa dibenarkan.

“Walaupun begitu, tetap salah. Seorang polisi tidak boleh berbuat seperti itu,” ujarnya.

Menanggapi adanya kasus ini, Hary mengatakan, telah mengumpulkan seluruh jajarannya. Dalam pertemuan itu, ia mengharapkan seluruh anggota untuk bersabar dalam mengemban tugas melayani  masyarakat.

“Sudah tadi pagi saya langsung rapat besar, nfl jerseys 2017 online 3 apel besar, tadi pagi di lapangan saya sampaikan. Kita harus ikhlas melaksanakan tugas, namanya polisi kan, harus sabar-sabar,” tandasnya.

Buruh perempuan dari PT Victory Chingluh Indonesia (VCI) dan PT Panarub Industry (PI) dalam lima tahun terakhir ini berunjuk rasa setiap minggu. Harry membantah ada pembubaran secara paksa aksi unjuk rasa tersebut. Ia mengatakan ada kesalah pahaman antara pengunjuk rasa dengan Polisi dan Satpol PP

“Kita selalu mengamankan, kenapa pagi ini ada keselisih-pahaman nanti kita dalami. Tadi saya dengar ada Peraturan Walikota yang melarang aksi di acara car free day nanti kita dalami juga. Ini masih dalam penyelidikan,” ujarnya. (yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here