Serunya Gowes di Gunung Pinang

Centralnews – KAB.SERANG, Bersepeda merupakan salah satu olahraga yang bisa di lakukan oleh semua kalangan, dari anak-anak sampai dewasa, bahkan tidak sedikit komunitas penyuka olahraga sepeda yang masuk kategori extreme, yaitu Downhill, banyak komunitas Downhill yang menghabiskan waktu liburannya dengan bersepeda di trek Gunung Pinang yang terletak di daerah Wanayasa, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang-Banten, tepatnya berada di samping jalur lalu lintas Serang-Cilegon dan salah satu komunitas yang sering latihan di guning pinang ini adalah Komunitas Volcano Mountain Terrain Bike (MTB) Cilegon.

Para penggila sepeda Downhill yang tergabung dalam komunitas Volcano MTB ini hampir setiap hari sabtu dan minggu melakukan aksinya di trek Gunung Pinang yang lintasannya sepanjang 2,2 kilometer, dengan Jalur yang dipilih sebagian besar berupa turunan yang variasi kemiringannya bisa sampai sudut 50 derajat.

Asep Siregar yang merupakan Ketua Komunitas Volcano MTB mengatakan bahwa Komunitas pecinta sepeda genre downhill yang mencoba trek Gunung Pinang ini sebenarnya sudah lama ada, tapi baru sekitar 2005 mulai dikenal orang sehingga mulai banyak para pecinta sepeda downhill datang untuk mencoba trek Gunung Pinang tersebut.

“Karena trek ini sudah mulai di kenal dan di datangi para pecinta dari luar daerah Banten akhirnya trek ini di buat mengikuti standart safety bermain downhill.” Ujar Asep saat di temui disela-sela latihan sepeda downhill

“Jadi lanjut Asep bila mau melintasi trek gunung pinang ini harus mengikuti standart safety bermain downhill, seperti full face helmet, goggle, neck rest, body protector, knee protector, elbow protector, dan yang paling utama adalah sepeda khusus downhill, karena tidak semua sepeda bisa mengarungi lintasan-lintasan downhill. sepeda downhill perlu trafel, artinya panjang fork minimum 200 mm, suspensi belakang 8 inchi.”terangnya

Loading...

Asep menjelaskan bahwa di Gunung Pinang ini mempunyai trek lintasan yang masih alami, banyak obstakel-obstakel yang ada memang sudah tumbuh di Gunung Pinang ini, seperti batu, akar, pohon, yang tumbuh alami yang di buat sedemikian rupa namun demikian tetap mengikuti kaedah-kaedah downhill internasional.”di Gunung Pinang sendiri ada 3 trek yang sering di gunakan dan masih aktif, yaitu trek DH0 trek all mountain, yang kedua trek DH1 all mountain dan downhill tapi tingkat kesulitannya paling tinggi, jadi kami tidak menyarankan untuk menggunakan trek ini sekarang ini dan yang ketiga adalah trek DH2 yang memang di gunakan secara khusus untuk downhill.” Jelas Asep

“Saya berharap dengan sudah adanya trek Gunung Pinang ini, akan ada atlet-atlet yang berbicara terus menerus secara kontinue di level Nasional dan Internasional, apalagi sudah tersedia trek yang cukup rapi, dan sangat nyaman untuk latihan, dan saya juga berharap pemerintah lebih peduli terhadap para atlet, yaitu bisa memberikan sarana, karena selama ini kita kalau ikut lomba downhill biaya sendiri dengan cara patungan, pemerintah seharusnya lebih bisa melihat, kalau potensi kita itu ada, tolonglah di bantu buat atlet -atlet downhill, setidaknya ada wadahnya.” Pungkasnya. (sis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here