Suku Baduy Diberi Luas Lahan Tambahan

Centralnews – LEBAK, Urang Kanekes atau yang biasa disapa Suku Baduy akan diberikan lahan tambahan guna dikelola dan dijaga oleh mereka untuk bercocok tanam.

“Mereka (suku Baduy) kan ingin ditambah lahan garapan, bukan hak Ulayat. Mereka menawarkan hutan lindung, taman nasional gunung halimun salak (sebagai lahan garapan),” kata Iti Octavia Jayabaya, Bupati Lebak, saat ditemui di Pendopo Kabupaten Lebak, Jum’at (28/04/2017).

Bupati yang akrab disapa Teh Via ini menjelaskan bahwa Pemkab Lebak sebenarnya telah berkirim surat ke Komisi IV DPR-RI untuk meminta lahan berstatus Hak Guna Usaha (HGU) yang telah habis izinnya untuk dikembalikan ke Pemda dan bisa digunakan oleh Suku Baduy untuk bercocok tanam karena semakin bertambahnya jumlah penduduk Suku Baduy Luar.

Beberapa alternatif lahan yang akan diberikan kepada Suku Baduy di antaranya berlokasi di PTPN Sawarna seluas 60 hektar, Cileweung seluas 50 hektar dan Sampang Peundeuy seluas 1000 hektar.

“Nanti kalau sudah dikembalikan, nanti masuk ke dalam luas wilayah hak ulayat, di revisi nanti perda (hak Ulayat) nya,” terangnya.

Loading...

Dalam acara Seba Gede ini, sang Ibu Gede, Itu Octavia Jayabaya diberikan berupa ‘ajimat’ dari Suku Baduy yang telah di beri ajian selama tiga bulan.

“Isinya padi, hasil bumi mereka. Itu simbol yang telah mereka ritual kan selama puasa Kawalu selama tiga bulan. Sebagai bentuk pembuka silaturahmi kepada pemerintah,” tegasnya.

Guna menambah keakraban antara Suku Baduy Dalam dan Luar dengan masyarakat maupun Pemkab Lebak, mereka pun makan bersama di atas daun pisang atau dalam bahasa Sunda biasa disebut ‘babacakan‘. (yandhi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here