Mahasiswa Tolak Kenaikan Tarif Dasar Listrik

Centralnews – LEBAK, Puluhan Mahasiswa Lebak (Kumala) turun ke jalan blokir ruas jalan raya alun-alun Rangkasbitung, guna mewakili aspirasi masyarakat Lebak mengenai Tarif Dasar Listrik (04/05/2017).

Dalam jenjang hitungan per 1 Mei 2017, subsidi Tarif Tenaga Listrik pelanggan 900 Volt Ampere  kembali dicabut sebesar 30 persen. Pencabutan tersebut adalah subsidi yang berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (Permen ESDM) Nomor 28 Tahun 2016 tentang tarif tenaga listrik PT PLN (Persero).

Mahasiswa menyesalkan terjadinya kenaikan TDL yang sudah berkali-kali di era pemerintahan Jokowi-JK. Tidak hanya itu, kebutuhan pokok  lain pun seperti bahan bakar minyak mengalami hal yang sama.

Puluhan mahasiswa itu pun terus menyuarakan orasinya demi mendapakatkan jawaban dari berbagai kalangan pejabat setempat, yang dianggap bisa meringankan beban masyarakat. Orasi digelar depan gedung DPRD lebak. Dalam tuntutannya, mahasiswa mendesak  DPRD agar mengambil langkah cepat mengeluarkan rekomendasi untuk ESDM dalam melakukan peninjauan kembali untuk pengahapusan subsisidi tersebut.

Dituturkan Muhammad Maad, sebagai koordinator aksi, di sela-sela saat berorasi di Kawasan Alun-alun Rangkasbitung, “Kami meminta Ignasius Jonan dicopot dari jabatannya sebagai Menteri ESDM . Kenaikan TDL dan BBM sudah sangat merugikan masyarakat. Persoalan tarif listrik pelanggan 900 VA dari Rp329/KWH menjadi 1.352 sangat meresahkan masyarakat,” jelasnya.

Loading...

Menurutnya tarif seperti ini sangat berpengaruh dan menambah kebutuhan harga bahan pokok, “Pasti tidak terasa dalam hitungan hari kedepan menjelang bulan suci ramadan. Sangat berat rasanya karena tarif ini sudah terasa tidak berpihak kepada masyarakat, tambahnya. (andri)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here