Data Pokok Pendidikan Semrawut, KIP Banten Belum Merata

Centralnews РBANTEN,  Sekretaris Dinas Pendidikan (Dindik) Banten, Ardius Prihartono menyatakan bahwa distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP) ke beberapa daerah yang ada di wilayah kerjanya, hingga kini masih terkendala oleh Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang belum lengkap.

Hal itu menyebabkan program yang diluncurkan Presiden Joko Widodo sejak 2014 lalu, belum dilakukan secara merata ke setiap daerah di Provinsi Banten. Ditambah, beberapa sekolah menurut Ardius, masih menggunakan data lama dalam Dapodik tersebut.

“Kemarin kita rapat di Kementrian, kedepan itu sepakat data untuk distribusi KIP yang digunakan berasal dari Dapodik dengan validasi per tiga bulan sekali. Sekarang masih belum banyak terdistribusi karena hasil evaluasinya data yang digunakan itu masih yang lama,” kata Ardius saat ditemui di salah satu hotel di Kabupaten Serang, Kamis (4/5/2017).

Ardius juga menyatakan jika pihaknya akan melakukan verifikasi ulang ke setiap sekolah yang ada di Banten untuk memberikan prioritas agar distribusi KIP bisa diterima siswa yang orang tuanya tergolong masyarakat tidak mampu.

“Jadi akan ada verifikasi ulang dan kita akan maksimalkan updating datanya. Soalnya makin kesini kan masih banyak anak-anak sekolah yang kurang mampu perlu bantuan dan itu belum tercover seluruhnya, ini kan anggarannya dari pusat,” tuturnya.

Loading...

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan monitoring langsung ke setiap sekolah agar distribusi KIP bisa diterima siswa yang benar-benar membutuhkan. “Itu ada bagian-bagiannya. SD sama SMP itu di kabupaten/kota, kalau SMA kewenangannya di provinsi,” tuturnya.

Kepala Seksi Kurikulum Bidang SMA pada Dindik Banten Adang Abdurahman juga mengakui bahwa distribusi KIP di Banten masih terkendala data yang belum lengkap. Padahal menurutnya, jumlah siswa yang memerlukan bantuan program tersebut totalnya cukup banyak. “KIP untuk di banten masih banyak yang belum terdistribusi. Akhirnya, gak semuanya bisa tercover sama program ini,” kata Adang.

Untuk itu, pihaknya saat ini tengah berupaya agar seluruh siswa yang tergolong tidak mampu bisa menerima bantuan melalui pendistrbusian KIP ke setiap wilayah di Provinsi Banten.

“Kita kan suruh mencari, kita ke lapangan dan memang data itu ada, by name by adress ada, tapi setelah kita cek ternyata anaknya sudah ada yang lulus bahkan berhenti. Makanya tahun kemarin mereka yang tidak mampu dan ada keterangannya, kita dorong bisa diusulkan sama sekolah agar dibuatkan SK dari pusat supaya diterbitkan kartu KIP-nya,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun, Provinsi Banten mendapatkan kuota KIP untuk didistribusikan dengan total mencapai 23.024 kartu. Rinciannya yaitu, Kabupaten Lebak untuk 2.694 siswa, Kabupaten Pandeglang 2.566 siswa, Kabupaten Serang 2.220 siswa, Kabupaten Tangerang 6.206 siswa, Kota Cilegon 508 siswa, Kota Tangerang 4.845 siswa, Kota Tangerang Selatan 2.925 siswa dan Kota Serang 988 siswa. (mamo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here