Ulama Banten Menolak Pembubaran HTI

Centralnews – BANTEN, Pemerintah telah memutuskan membubarkan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan langsung mendapatkan penolakan dari HTI. Menanggapi hal ini, Dewan Pimpinan Pusat Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan menolak upaya pembubaran HTI oleh pemerintah..

Sepeti dilansir dalam Web Resmi Hizbut Tahrir Indonesia, Penolakan pembubaran HTI pun dilakukan juga oleh para ulama Banten dan tetap memberikan dukungan kepada HTI. Hal ini disampaikan dalam acara Mudzakarah Ulama di  Ponpes Massa’aratul Muhtajin Kesultanan Banten Lama Kasmen Pimpinan KH TB Fathullah Adzim.

“Tidak usah takut. Ulama Banten membela Hizbut Tahrir. Terus berjuang. Kita menolak dan menentang sekali upaya pemerintah membungkam ormas Islam. Negara memang sedang kalangkabut. Kita pantang mundur. Walaa takhauf, jangan takut,”  tegas KH Fathoni dari Kota Cilegon yang dikutip dari situs web resmi Hizbut Tahrir Indonesia.

https://hizbut-tahrir.or.id/2017/05/10/ulama-banten-tolak-pembubaran-hti/

Hal serupa pun disampaikan oleh Ustadz H  Asmuni dari  Bojonegara, Kabupaten Serang yang menegaskan Hizbut Tahrir itu bukan pengacau negara. Apa yang didakwahkan Hizbut Tahrir adalah Islam. Tidak pernah bertentangan Pancasila. Justru menyempurnakan Pancasila. Memang, Islam sejak kelahirannya selalu disudutkan. Itu sunatullah. Mungkin saat ini pemerintah membuat kita  mundur, tapi ingat, mundurnya adalah untuk persiapan maju.

“Saya mendengar di berita tentang rencana pembubaran HTI, membuat hati ini bergetar. Sedih. Bertanya-tanya. Dan langsung berpikir, bahwa gerakan Islam bisa habis. Hizbut Tahrir yang sudah sebesar ini bisa dibubarkan, bagaimana yang kecil-kecil. Tapi, kemudian saya berbaik sangka. Allah SWT sedang menguji. Sebatas ujian. Insya Allah lulus. Dan, kami ulama menyerukan penolakan pembubaran HTI oleh pemerintah,” ujar Ustadz Ujang Sarkosi dari Kabupaten Pandeglang.

Loading...

KH  Khalwati dari Ciruas, Kabupaten Serang menyatakan HTI itu luar biasa perjuangannya. Tidak ternilai. Terus menerus. “Saya sangat senang. Saat ini, mari kita taqarub kepada Allah. Bertawakal kepada Allah. (Jika) HTI dibubarkan, kita serahkan urusannya sama Allah,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengaku tak menghiraukan penolakan yang dilontarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terkait rencana pembubaran kelompok itu oleh pemerintah. Menurutnya, penolakan adalah hal biasa di ranah hukum Indonesia.

“Tak apa, penolakan itu biasa karena merupakan upaya hukum yang bersangkutan,” kata Wiranto saat ditemui wartawan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. (ATP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here