Tokoh Central : Lebih Dekat Dengan Firman Venayaksa, Sang Penggagas MOLI (Motor Literasi)

Centralnews – SERANG, Selain ada peringatan Hari Buku Sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 23 april, Indonesia pun memiliki peringatan Hari Buku Nasional bertepatan dengan hari berdirinya Perpustakaan Nasional yang jatuh pada setiap tanggal 17 mei kemarin. Peringatan Hari Buku Nasional berlangsung sejak tahun 2002 yang digagas oleh Menteri Pendidikan kala itu, Abdul Malik Fadjar.

Unesco pernah mengungkapkan minat baca masyarakat di Indonesia hanya 0,0001 persen, yang artinya dari 1000 orang Indonesia, hanya satu yang rajin membaca.

Rendahnya minat baca atau literasi di Indonesia disebabkan oleh keterbatasan akses terhadap buku. Hal inilah yang membuat resah seorang dosen Untirta yaitu Dr. Firman Hadiansyah, M.Hum, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Firman Venayaksa. Ketua Umum PP Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) se-Indonesia, yang tidak lain merupakan sosok di balik terbentuknya MOLI (Motor Literasi).

Motor Literasi (Moli) adalah sebuah upaya yang dilakukan para relawan literasi, pengelola TBM dan Komunitas Motor di Banten untuk ikut terlibat dalam gerakan literasi di Indonesia. moncler jacket acorus

Moli atau Motor Literasi akhir-akhir ini ternyata telah menjadi perhatian sebagian besar masyarakat Banten. Melalui Moli kita dapat meminjam buku dan ikut bergabung membaca dengan komunitas moli,  tanpa perlu dibebani dengan biaya dan repotnya administrasi. Dan lagi, gerakan Moli ini tak lebih sebagai mediator untuk mendekatkan buku kepada masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses buku yang layak, juga agar virus membaca terus-menerus menyebar ke seluruh warga Indonesia.

Loading...

Pada kesempatan ini Centralnews.co.id dapat mewawancarai penggagas Moli (Motor Literasi) bertepatan dengan hari buku nasional kemarin. Dihubungi via telepon, Firman menceritakan gagasannya tentang buku.

Centralnews : Menurut bapak apa yang dibutuhkan sebuah buku agar digemari oleh pembaca Indonesia?

Buku yang menarik tentu buku yang disesuaikan dengan kebutuhan pembacanya. Penerbit saya kira lebih mengerti tentang hal ini. Sebagai pegiat literasi, hal yang sedang kami perjuangkan adalah bagaimana buku-buku bisa lebih murah sehingga bisa terjangkau oleh semua lapisan masyarakat

Centralnews: Bagaimana tanggapan bapak terkait predikat Indonesia yang tidak dikenal sebagai negeri tempat orang gemar membaca buku?

nfl jerseys europe from china “>Tentang minat membaca masyarakat Indonesia, harusnya jangan dulu dengan gegabah mengatakan rendah. Ada banyak variabel yang harus kita urai. Salah satu problemnya adalah akses terhadap bahan bacaan yang masih belum merata. Bagaimana mungkin mengatakan minat membaca rendah jika buku tak berada di sekeliling masyarakat? Sebagai contoh, bagaimana mungkin kita menghakimi anak kita tidak punya minat bermain bola jika belum pernah menonton pertandingan sepakbola.

Centralnews: Terkait dengan isu pembajakan buku yang kian marak di Indonesia, bagaimana pendapat bapak terhadap pembajak buku tersebut? Lalu apa pendapat bapak mengenai membaca buku bajakan?

Ini cukup dilematis. Pembajakan buku tentu kita haramkan. Selain persoalan attitude pembajaknya yang bermasalah, problemnya ya dari harga buku yang mahal.

Centralnews: Sekarang buku sudah bertransformasi menjadi e-book dan lebih banyak memilih membaca e-book dan meninggalkan buku konfensional, apa pendapat bapak?

Saya kira kehadiran e-book tidak akan bisa menggantikan buku konvensional sampai kapanpun.

moncler jacket acorus “>Jika Anda senang membaca, buku yang konvensional memiliki efek emosional yang tak tergantikan. Selain itu, buku nyaman dibaca karena tidak memantulkan cahaya.

Centralnews: Menyinggung tentang gagasan bapak yang mengusung komunitas MOLI (Motor Literasi) yang kita tahu komunitas ini bergerak untuk meningkatkan minat baca di Indonesia khususnya Serang, adakah kendala dalam merealisasikannya?

Saya dan kawan-kawan geng motor membuat “Motor Literasi” adalah upaya untuk memudahkan partisipasi publik agar terlibat dalam gerakan literasi. Banyak masyarakat yang ingin menyumbangkan buku dan kita jadi penjembatan untuk menyalurkan ke TBM.

Centralnews: Dan yang terakhir apa harapan bapak mengenai pembaca buku di Indonesia dan mengenai komunitas moli?

Saya kira, yang sekarang sedang diinisiasi oleh banyak pihak adalah menjadikan literasi sebagai sebuah gerakan. Semoga banyak yang peduli sehingga masyarakat Indonesia tidak lagi kesulitan jika hendak mengakses bacaan.

Dengan membaca kita melawan kedangkalan pikiran. Dengan membaca kita menolak untuk sekadar hanyut pada pendapat kebanyakan orang dan menjadikan kita pribadi yang berpikir kritis. Mari membaca. (rifa)

 

  nfl-jerseys-for-dogs-size-chart

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here