Buka Tutup Gerbang Tol Merak Akan dilakukan Saat Puncak Arus Mudik

Centralnews – BANTEN,  Pengelola jalan tol Jakarta-Merak akan hentikan pengerjaan upaya penambahan lajur, bila masa mudik lebaran tiba serta akan memfungsikan gerbang tol tandem di pintu tol merak sebagai antisipasi penumpukan kendaraan.

Pengerjaan penambahan lajur di Km 26 hingga km 31 yang saat ini masih berlangsung, adalah salah satu bentuk upaya peningkatan layanan, dan bila memasuki arus mudik lebaran maka pengerjaan akan dihentikan. Hal tersebut di sampaikan Rahmatullah Manager Lalulintas PT.  Marga Mandala Sakti saat pemaparan rapat koordinasi eksternal operasi ramadaniya kalimaya 2017 di aula Mapolda Banten.  Rabu 7/6/17

“Yang di kerjakan di km 26-31 itu menurut kami bukan perbaikan, melainkan penambahan lajur dari tiga menjadi empat lajur”

Lebih lanjut Rahmatullah menyampaikan selain itu,  untuk menghadapi arus mudik lebaran 2017 pihak mms selaku pengelola jalan tol Jakarta-Merak sudah menambahkan gerbang tol di Cikupa yang semula lima gardu masuk kita sudah tambahkan tiga gardu, untuk antisipasi kedatangan kendaraan dari arah Jakarta saat terjadi antrean volume kendaraan.

Loading...

“dari 5 gardu masuk kita tambah 3 jadi menjadi 8, mudah mudah dengan penambahan 3 lajur ini bisa mengurangi antrean volume kendaraan”

Sementara itu untuk antisipasi penumpukan kendaraan di gerbang tol Cikupa mengingat gerbang tol Karang Tengah sudah ditiadakan maka pihak pengelola jalan tol Jakarta-Merak salah satunya dengan penambahan loket masuk, kemudian ada beberapa skenario sudah disiapkan karena dari impact penghapusan tol Karang Tengah jumlah kendaraan yang datang ke tol Cikupa lebih cepat, maka dari itu kami sudah melakukan koordinasi dengan pjr mabes polri untuk membuat standar opreting prosedur yang akan dilaksanakan dengan Kondisi yang terjadi. Karena kondisi lalulintas di H-7 hingga lebaran kondisi lalulintas sangat luar biasa, dan kami akan optimal seluruh layanan agar para pemudik bisa mudik dengan nyaman.

“misal sudah terjadi kemacetan kurang lebih 500 meter, maka kami sudah memiliki standar operating yang harus di lakukan, situasional dengan kondisi lalulintas yang ada,  karena kami sadar dengan hanya menambahkan 3 gardu masuk tidak mampu mengatasi lalulintas saat arus mudik”

Masih Ramatullah, kemudian untuk gerbang tol Merak, kami akan tambahkan 3 gardu tandem yaitu gardu yang di fungsikan sebagai gardu tambahan dari 4 gardu yang sudah ada. Kami menyadari jumlah kendaraan yang akan keluar dari gerbang tol Merak saat arus mudik cukup tinggi dan di prediksikan akan mencapai 16.000 kendaraan pada saat puncak arus mudik dan penambahan gardu tandem itu kami rasa sangat perlu.

“yang fix 4, kita tambah 3 gardu tandem karena saat puncak arus mudik di prediksikan jumlah kendaraan mencapai 16.000”

Belajar dari tahun lalu, kami akan berlakukan buka tutup transaksi di pintu tol Merak (Gto)  bila terjadi penumpukan kendaraan di luar gerbang tol, teknis yang akan kita lakukan ketika pelabuhan Merak mengalami penumpukan kendaraan ialah melakukan buka tutup di gerbang tol sesuai kebutuhan asdp dengan menyesuaikan dan lalulintas akan kita antrikan di gerbang tol.

“kita akan lakukan buka tutup itu di gerbang tol Merak, kendaraan di tahan di dalam tol karena percuma kalau keluar juga kondisi tidak bisa bergerak karena macet” pungkasnya.  (mamo/rifa)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here