Guru SMP di Amankan Desus 88, di Duga Sebagai Penyandang Dana

Foto : centralnews

Centralnews – Kota Serang,  Tim Densus 88 anti teror Mabes Polri sebelum melakukam penangkapan terhadap Muhammad Imron alias Sulis (35) telah menangkap Holili selaku

Penyandang dana dan logistik setiap kegiatan JAD (Jama’ah Ansharut Daulah) Banten

serta yang membantu pelarian Sulis kabur ke Cilegon, pada Selasa (6/6/17) malam di salah satu Mall di Kota Serang bersama dengan istrinya.

Selang sehari penangkapan Holili pada Rabu (7/6/17) tim Densus berhasil menangkap Satu orang DPO perampokan toko emas ‘KENDAL’ Padalarang Kabupaten Bandung, Jawa Barat atas nama Muhammad Imron alias Sulis (35) yang diduga merupakan kelompok JAD (Jama’ah Ansharut Daulah) Jawa Barat yang diketahui masih memiliki keterkaitan dengan jaringan teroris Internasional ISIS.

Sulis di tangkap ditempat persembunyiannya di pabrik pembuatan bata di Lingkungan Kating Rt 01/01, Kampung Kubang Lesung, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon.

Loading...

Sebelum Sulis ditangkap, Densus 88 terlebih dahulu telah berhasil mengamankan Holili (50), pada Selasa (6/6/17) di salah satu Mall di Kota Serang pada malam hari,  Holili  di duga berperan sebagai penyandang dana serta logistik dalam setiap legiatan JAD Banten.

Holili juga di duga berperan untuk menyembunyikan Sulis di Cilegon. Holili diketahui merupakan seorang guru dengan status Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengajar di salah satu sekolah di Kota Serang.

Dari beberapa sumber bawah Holili adalah salah satu guru di SMP 15 Kota Serang. “Ia bener guru di SMP 15, ngajar IPS,” ucap salah satu orang tua murid yang anaknya bersekolah di SMPN 15 Kota Serang.

Mengenai adanya keterlibatan oknum pendidik di Kota Serang, Kepala Seksi (Kasi) Sarpras SMP pada Dindikbud Kota Serang, Rahmat mengatakan bahwa Holili betul merupakan tenaga pengajar di SMPN 15 Kota Serang.

“Benar itu ada, tapi guru IPS kelas dua bukan Kepala Sekolah. Saat ini kita masih cari informasi terkait kebenarannya dan akan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian. Apabila keterlibatannya dalam jaringan teroris ini benar, statusnya sebagai PNS akan dicabut dan terduga akan kita keluarkan dari sekolah tempatnya mengajar saat ini,” terangnya. Rabu (7/6/17)

Usai keduanya diamankan, sekitar pukul 12.20 WIB, tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, berhasil mengamankan Syafrizon alias Encon, yang diduga merupakan Komandan Asykari JAD Banten di Kampung Kebaharan Masjid Lor, Rt 04 Rw 03, Kelurahan Lopang, Kota Serang.

Syafrizon alias Encon, berperan sebagai perekrut sekaligus pelatih dari pada Mochammad Gufron dan Muhammad Firdaus Jaelani yang saat ini masih berada di Filipina dan menjadi DPO oleh Kepolisian Filipina.

Saat ini, pihak Densus 88 masih melakukan pengembangan terhadap anggota kelompok JAD lainnya yang berhasil diamankan, diantaranya, Endang Mulyono (51), warga Komplek BPP Blok B 5 No 13 Kramatwatu Serang, dan Alfin (40), warga Taman Angsoka, Kecamatan Kasemen, Kota Serang dan hingga saat ini, tengah berlangsung proses identifikasi oleh tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.

Terpisah, Kapolresta Serang AKBP Komarudin membenarkan bahwa diwilayah hukum Polresta Serang telah diamankan empat orang terduga teroris.

“Itu ada di ranah Densus. Saya hanya membenarkan kalau diwilayah saya ada 4 orang yang diamankan oleh Densus. Terkait keterlibatannya sebagai apa dan dimana, itu ranah Densus, saya gak bisa kasih statement”. (mow/ren)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here