Pertumbuhan Ekonomi Banten Tertinggi Kedua Se-Pulau Jawa

Foto : Centralnews

Centralnews – Serang, Pertumbuhan ekonomi di Banten pada triwulan I 2017 tumbuh 5,90% Year on Year (Yoy), lebih tinggi di bandingkan triwulan IV 2016 yang tercatat sebesar 5,53%. (Yoy). Angka tersebut merupakan tertinggi kedua setelah DKI Jakarta, dibandingkan provinsi lain di kawasan Jawa.Hal itu di ungkapkan oleh Kepala Kantor Perwakilan BI Banten Budiharto Setiyawan saat konferensi pers Kajian Ekonomi dan Keuangan regional provinsi Banten di salah satu rumah makan di serang, Rabu (07/06/17).

“Jadi jika di bandingkan dengan pertumbuhan ekonomi kawasan jawa sebesar 5,66% (Yoy) dan prrtumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,01 (Yoy), pertumbuhan ekonomi Banten juga menunjukan pertumbuhan yang lebih tinggi, ” Ujarnya

Kuatnya pertumbuhan ekonomi di provinsi Banten pada triwulan I 2017, Lanjut Budi, ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi di sisi pengeluaran,  Konsumsi rumah tangga menunjukan peningkatan seiring dengan perbaikan daya beli sebagai dampak dari peningkatan pendapatan, hal ini berjalan dengan hasil survei konsumen yang dilakukan Bank Indonesia.

“Selain itu beberapa instrument kebijakan makroprudensial seperti pelonggaran natural kebijakan Loan to Value (LTV) juga mentoring daya beli masyarakat terhadap produk property, Sedangkan komponen investasi meningkatnya pertumbuhan investasi utamanya didorong oleh pertumbuhan investasi dalam bentuk bangunan dalam rangka percepatan program infrastruktur pemerintah, pembinaan klaster properti terbaru, serta penibgkatan Penanaman Modal dalam Nageri (PMDN) di provinsi Banten,” terang Budi.

Sementara disisi lapangan usaha, Budiharto menambahkan, kuatnya pertumbuhan ekonomi didorong oleh akselerasi lapangan usaha utama yaitu industri pengolahan, perdagangan, dan kontruksi. Menguatnya pertumbuhan ekonomi diperkirakan masih akan berlanjut pada triwulan II 2017 pada rentang 5,8 – 6,2% (Yoy).

Loading...

“Kondisi tersebut ditopang oleh masuknya momentum Ramadhan yang mendorong konsumsi rumah tangga. Sebagai dampak lanjutan, tingginya konsumsi tersebut akan mendorong terjadinya akselerasi permintaan pada industri pengolahan dan perdagangan,” pungkasnya. (sis/atp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here