Tahun 2020, Lapisan Es di Puncak Jayawijaya Terancam Hilang

Foto : Net

Centralnews – Nasional, Puncak Jayawijaya atau yang lebih singkat disebut Puncak Jaya, memiliki ketinggian mencapai + 4.884 meter di atas permukaan laut (dpl), sehingga memungkinkan daerah ini diselimuti oleh salju abadi.

Namun, salju abadi tersebut diperkirakan bakal menyusut, bahkan mengering. Dalam sejumlah penelitian disimpulkan bahwa endapan es di pegunungan ini dari tahun ke tahun mengalami penyusutan yang serius. Penyusutan salju ini diakibatkan oleh pemanasan global. Sehingga, bukan tidak mungkin kelak pegunungan ini akan kehilangan salju seperti yang terjadi pada Gunung Kilimanjaro di Tanzania.

Seperti dilansir Antara News, Kepala BMKG Wamena Benny Marlissa di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, menjelaskan penebangan hutan yang cukup tinggi akan melenyapkan es di  Puncak Jayawijaya.

“Melalui aktivitas yang berlangsung terus tanpa pengawasan dari pemeritah maka dampaknya lapisan es yang tebal makin menyusut,” kata dia, Jumat, 9/6.

Loading...

Benny menambahkan bahwa kini di Wamena terjadi penebangan hutan di mana-mana tanpa kontrol. Itu terjadi, “Karena masyarakat merasa mereka punya hak ulayat,” kata dia.

Benny menyadari penebangan hutan didasari pemenuhan kebutuhan ekonomi. Namun ia mengharapkan adanya tindakan penanaman ulang pohon. Benny mengetakan penebangan itu tidak hanya dilakukan masyarakat adat, tapi juga masyarakat pengelola ekonomi yang hanya mengejar keuntungan.

Ia mengatakan rata-rata wilayah pegunungan Papua memiliki lapisan tanah yang sedikit dibandingkan bebatuan sehingga memerluhkan waktu yang lama untuk pertumbuhan pohon.

Sebelumnya, Kepala BMKG Pusat Andi Eka Sakya mengatakan jika tidak ditangani dengan baik maka lapisan es di Puncak Jayawijaya akan hilang pada 2020. Berdasarkan hasil observasi terakhir, November 2016 es di puncak itu menyusut 1,42 meter sejak Mei 2016.

“Tebal es di Puncak Jayawijaya tersisa 20,54 meter. Sejak Mei 2016 es di puncak itu menyusut 4,26 meter dari November 2015 yang disebabkan el nono kuat pada 2015/2016,” katanya.

Andi juga menjelaskan bahwa perlu langkah strategis dari pemerintah dan masyarakat dunia guna menekan pencairan es di Puncak Jayawijaya yang menjadi salah satu dari tiga puncak bersalju di khatulistiwa, selain di Benua Afrika dan di Peru.

Dan langkah tersebut adalah menghindari perilaku yang memicu pemanasan global seperti penebangan hutan liar, tingginya produksi emisi karbon. (Antara/atp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here