Satpol PP Kota Serang Tidak Tegas Dalam Menindak RM Lintong

Centralnews – KOTA SERANG,  Rumah makan lintong yang terletak di Jl. Mayor safei Kota Serang. Yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Kota Serang ini, nampak bebas menjajakan makanya meskipun dibulan puasa.

Menu makanan yang terkenal di rumah makan milik keturunan bukan asli indonesia ini ialah bakso dan mie ayam, namun selain dua menu makanan tersebut juga masih banyak menu makanan lainnya seperti batagor, bubur ayam,  empek empek, siomay, Serta berbagai menu minuman lainya. Meski sepintas tidak jauh berbeda dengan rumah makan lain, namun rumah makan lintong ini seakan-akan kebal dari perda Kota Serang, meskipun sudah jelas jelas perda Kota Serang melarang rumah makan buka atau melayani pembeli pada siang hari namun rumah makan yang berada disimpang empat pocis Kota Serang ini masih saja melayani pembeli pada siang hari dibulan puasa.

Hal ini sangat jauh berbeda dengan kasus yang terjadi setahun yang lalu, yakni kasus razia Polisi satpol pp Kota Serang yang merazia warung tegal (warteg) milik Saeni di pasar rau, yang menjadi viral dimedia bahkan Presiden Joko widodo dan wakil Presiden Jusuf Kalla ikut memperhatikan kejadian tersebut. Bila melihat hal tersebut polisi pamong praja yang seharusnya menerapkan perda Kota serang pada semua rumah makan, seakan hal tersebut tidak untuk rumah makan lintong. Meskipun razia juga pernah dilakukan satpol pp di rumah makan lintong, namun hal tersebut seakan hanya sebagai tugas saja. Dan terkesan ada pembiaran. Karena pada kenyataanya setelah dirazia masih saja melayani pembeli saat siang hari dibulan puasa.

Seperti Nur salah satu  pembeli yang berhasil ditemui seusai membeli makanan didepan rumah makan lintong, menuturkan kalau rumah makan ini kayaknya buka terus meski bulan puasa karena dirinya mengaku sudah tiga kali selama bulan puasa berbelanjan dan selalu buka.

Loading...

“buka, kok. Ya sepertinya kayak gak buka kalau sepintas tapi kalau yang sudah sering beli disini tau, coba saja mas masuk pasti dilayani”

Bila dilihat sepintas,  rumah makan yang berada disimpang pocis ini seolah-olah tutup, hanya nampak sedikit etalase yang dibuka hanya dibagian pintu masuk saja, namun tepat parkiran yang posisinya persis dibahan jalan tersebut tidak sepi dari kendaraan roda duan maupun roda empat (mow/rifa) 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here