Pokja Wartawan Kota Serang Beri Bantuan ke Yayasan Nururrohman

Centralnews – SERANG,  Pokja Wartawan Kota Serang (PWKS)  berikan bantuan baju masih layak pakai dan makanan pada panti rehabilitasi bagi penderita sakit jiwa dan Napza ke yayasan Nururrohman yang beralamat di Kp Kebon Baru Rt 01/01 Desa Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa (13/06/17).

“kita berikan bantuan baju layak dan makanan ini ide awalnya kita dapat saat dewan melakukan sidak di tempat ini, dan pimpinan yayasan mengatakan mereka kekurangan baju bekas jadi akhirnya kita wartawan yang tergabung di PWKS lakukan pengumpulan baju masih layak pakai ini, setelah tiga minggu kita kumpulkan dan hari ini kita berikan bantuan tersebut langsung ke pimpinan yayasan,” Ungkap Ketua Pokja Wartawan Kota Serang Andi saat ditemui seusai berikan bantuan.

“Bantuan ini bukan hanya dari PWKS, tapi banyak juga dari luar wartawan, dan kami berharap apa yang kita berikan bisa bermanfaat di yayasan ini,” pungkas Andi.

Sementara pengasuh yayasan Nururrohman K.H Sugianto mengatakan sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada para wartawan Kota Serang yang telah memberikan bantuan ini.

Loading...

“Saya ucapkan terimakasih kepada wartawan kota serang yang masih peduli dengan yayasan kami dan telah memberikan bantuan baju masih layak pakai dan makanan,  semoga diluar sana masih banyak juga orang yang peduli dengan yayasan kami, ” Ungkapnya.

Menurut K.H Sugianto yayasan rehabilitasi Nururrohman ini berdiri dari tahun 1995, yang awalnya orang-orang itu ditampung di rumahnya hingga sekarang sudah memiliki beberapa ruangan untuk tidur para penghuni panti.

“Dulu mah masih kita tampung di rumah, tapi karena semakin banyak orang yang datang menitipkan akhirnya saya meminjam uang ke bank untuk membangun beberapa kamar,  dan semakin kesini kita dapat bantuan dari kementerian sosial akhirnya sekarang kita mempunyai 27 kamar dan 3 lokal yang masih dibangun dan sudah ada sekitar 4000 orang yang sudah bisa disembuhkan,” Terangnya.

K.H Sugianto mengatakan yang tinggal di yayasannya kebanyakan penderita sakit jiwa akibat beban ekonomi,  tapi ada juga yang karena amalan dan masalah cinta.

Saat ini,  lanjut K.H Sugianto, dari 60 penghuni sekarang tinggal ada 43 orang, sisanya sudah dibilang sembuh dan dipulangkan ke rumahnya bagi yang ingat tempatnya atau rumahnya. “yang datang kemari itu tidak hanya dari Serang tapi ada juga dari Aceh,  Jawa,  Lampung, Papua,  dan bila mereka sudah dianggap sembuh maka kita akan memulangkan mereka,” ujarnya

“kita mengobati mereka dengan cara di ruqiyah, pijat refleksi, dan terkadang ada pemakai napza dan sudah parah sehingga kena sarafnya kita biasanya ada pemeriksaan medis juga yang dilakukan dari Dinas Kesehatan Kota Serang.”

Saat ditanya mengenai kendala apa saja yang dialami saat merawat para penderita sakit jiwa ini adalah kurangnya baju untuk penghuninya,  dan juga terkadang kekurangan beras.

“Kita kadang kekurangan beras, sehingga kita tidak jarang utang ke warung, kita sehari itu menghabiskan beras sekitar 1 karung, ” papar K.H Sugianto

Saya berharap diluar sana masih banyak orang-orang yang peduli dengan panti rehabilitasi penderita sakit jiwa dan napza, sehingga keadaan mereka akan semakin membaik, ” pungkasnya (sis/viko)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here