Rano Karno disebut Terima Uang Alkes Rp 700 Juta

Centralnews – BANTEN, Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Banten Djaja Buddy Suhardja mengungkap aliran dana korupsi pengadaan alat kesehatan atau alkes Rumah Sakit Rujukan Provinsi Banten kepada Gubernur Banten Rano Karno. Dalam persidangan terdakwa mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Djaja menyebut Rano menerima dana Rp 700 juta.

Keterangan mengenai Rano terungkap saat jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Nugraha, mempertanyakan adanya fee sebesar 0,5 persen dari anggaran APBD dan APBD-P 2012 sebesar Rp 235,52 miliar. “Benar ada bagian 0,5 persen untuk Rano Karno?” kata jaksa Budi kepada Djaja di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu, 15 Maret 2017.

Dikutip dari detiknews.com, Sebelumnya, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, dua saksi yang dihadirkan dalam sidang Ratu Atut membenarkan tentang hal itu.

Kedua saksi itu adalah Kadinkes Banten Djaja Budi Suhardja dan eks Sekretaris Dinkes Banten Ajat Drajat Ahmad Putra.

Loading...

Djaja membenarkan pertanyaan jaksa. Menurut dia, seluruh uang yang diberikan kepada pemeran Si Doel dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan itu berasal dari Dadang Prijatna, staf PT Balipasific Pragama.

Berdasarkan berkas pemeriksaan yang dibacakan jaksa, setelah ada janji 0,5 persen kepada Rano, Dadang berkata kepada Djaja, “Nanti Pak Rano Karno pasti sering minta ke Ajat.” Ajat yang dimaksudkan adalah Sekretaris Dinas Kesehatan Banten, Ajat Drajat Ahmad Putra.

Djaja menerangkan bahwa uang itu berasal dari proyek alkes yang menggunakan anggaran daerah tahun 2011-2012.

Sementara Rano membantah kesaksian keduanya. Bantahan Rano disampaikan dalam pernyataan tertulis seusai sidang. (rifa)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here