Hati-Hati 4 Jenis Mie Instan Asal Korea yang Mengandung Babi Beredar di Indonesia

Centralnews – Banten,  Sehubungan adanya pemberitaan produk mie instan asal Korea merek Samyang yang beredar di Madura yang diduga mengandung babi, Badan POM  memberikan penjelasan sebagai berikut

Berdasarkan data base Badan POM, produk mie instan merek Samyang asal Korea terdaftar di Badan POM atas nama beberapa importir.

Badan POM menerbitkan izin edar setelah melakukan evaluasi terhadap aspek keamanan, mutu, dan gizi, serta label produk pangan. Apabila bahan baku yang digunakan berasal atau mengandung babi atau turunannya dan atau proses produksinya bersinggungan dengan produk mengandung babi, maka, produk harus mencantumkan gambar babi dengan tulisan berwarna merah “mengandung babi” pada label produk pangan.

Penempatan termasuk display disarana retail, produk yang mengandung babi harus diletakkan terpisah dari produk non-babi. Berdasarkan hasil pengawasan terhadap produk yang beredar di pasaran (post-market vigilance) melalui pengambilan contoh dan pengujian terhadap parameter DNA babi, ditemukan bahwa tidak semua produk mie instan Samyang mengandung babi. Terhadap produk yang mengandung babi namun tidak mencantumkan peringatan pada kemasan, Badan POM telah memerintahkan importir yang bersangkutan untuk melakukan penarikan produk. Menindaklanjuti kasus peredaran produk mie instan yang diduga mengandung babi, petugas Balai Besar POM di Surabaya bersama petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep telah melakukan penelusuran dan pemeriksaan terhadap peredaran mie instan merek Samyang di Sumenep dengan hasil ditemukan produk mie instan Samyang yang tidak memiliki izin edar.

Loading...

Hal tersebut telah ditindaklanjuti sesuai ketentuan perundang-undangan. Sebagai langkah antisipasi dan perlindungan konsumen, Badan POM telah menginstruksikan Balai Besar/Balai POM diseluruh Indonesia untuk terus melakukan pengawasan terhadap kemungkinan beredarnya produk yang tidak memenuhi ketentuan, termasuk ketentuan penggunaan Bahasa Indonesia pada label produk pangan. Badan POM terus memantau perkembangan isu ini dan mengambil langkah hukum jika terbukti melanggar peraturan perundang-undangan.Badan POM mengimbau para pelaku usaha agar tidak memproduksi dan, atau mengedarkan Obat dan Makanan tanpa izin edar, tidak memenuhi ketentuan.

Kepada masyarakat dihimbau untuk tidak membeli produk tanpa izin edar, dan apabila menemukan produk yang tidak memenuhi ketentuan atau mencurigakan, untuk melaporkan pada Badan POM atau Balai Besar/Balai POM terdekat.

Menindaklanjuti hal tersebut BPOM  Banten gelar inspeksi mendadak di Mall yang berada di Cilegon yang meliputi Bintang Laguna, Edi dan akan di lanjutkan ke Krakatau Junction jelas Shinta Humas BPOM Banten.

“Di Kota Serang sudah minggu kemaren,  yang di alfamart dan indomaret setelah di cek bukan yg mengandung babi” pungkasnya (mow/viko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here