Anak Koin, Pencari Rezeki Yang Bertaruh Nyawa

Centralnews – CILEGON, (20/06) Paska tragedi Jaya Efendi, nyawanya melayang karena melompat dari atas kapal dan terbentur dinding dermaga, sebanyak 23 anak koin dirazia oleh petugas gabungan dari security Pelabuhan Merak, TNI AL, dan Polisi.

Meski begitu, masih ada saja anak koin yang beroperasi disekitar Dermaga I Pelabuhan Merak meski terdapat petugas kepolisian dan ASDP yang berjaga.

“untuk anak koin memang tidak boleh berada di area pelabuhan, itu zona C, zona terlarang hanya khusus orang orang tertentu. Kerap dilarang, itu untuk keselamatan bersama,” kata Rudy Mahmudi, manajer operasi PT ASDP Fery Indonesia Cabang Merak, Selasa (20/06/2017).

Meski ada petugas yang berjaga, namun beberapa anak koin masih beraktifitas memunguti koin yang dilempari penumpang dari atas kapal.

Loading...

Mereka lompat dari atas kapal dan menyelam saling berebut uang logam didalam air laut.

“Larangan itu sudah lama. Ini (razia) hanya operasi rutin saja. Tapi memang yang namanya anak koin ini bandel-bandel, sudah di usir, dilarang, balik lagi,” terangnya.

Rudy menjelaskan bahwa anak koin masuk ke perairan pelabuhan melalui Dermaga VI yang baru dibangun dengan cara berenang sejauh 500 meter. Namun, anak koin sendiri telah beroperasi lama mencari rezeki dengan caranya meski harus bertaruh nyawa di Dermaga I sampai III.

“Tim khusus diluar pelabuhan tidak ada. Tapi koordinasi dengan Polisi dan TNI sudah dilakukan. dan enggak mungkin petugas itu nyemplung, paling enggak kan nunggu mereka naik dulu,” jelasnya.

Profesi anak koin yang dilakukan oleh remaja sekitar pelabuhan Merak, tepatnya di Kecamatan Pulomerak, diakui oleh Rudy tak mungkin mengkriminalkan mereka guna memberi efek jera.

“Nanti kalau di penjara itu melanggar HAM dikiranya, nanti repot. Nanti setelah diamankan, barulah kita panggil RT dan orang tuanya untuk diberi pembinaan,” ujarnya. (yandhi/rifa)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here