Banten Menjadi Asal Mula Tradisi Baju Baru Saat Lebaran

     

    Centralnews – Tidak terasa hari raya Idul Fitri 1438 H sudah hampir didepan mata, tentunya tradisi masyarakat Indonesia tak luput dari Shalat Ied berjamaah,berkumpul diiringi bermaaf-maafan bersama keluarga serta sanak saudara, memakan ketupat atau opor dan pastinya memakai baju baru.

    Apakah baju baru diwajibkan saat Lebaran tiba? Tentu saja tidak, ini hanyalah tradisi masyarakat Indonesia saat menjelang Hari Raya. Tradisi yang sudah turun-temurun ini tidak ada dalam kewajiban agama namun apakah Anda semua tahu bahwa tradisi baju baru di Indonesia saat Lebaran ini asal mulanya darimana ?

    Tahukah Anda bahwa Banten menjadi asal usul dari tradisi baju baru saat Lebaran. Tertulis dalam buku Sejarah Nasional Indonesia karya Maryawati Djoened Poesponegogo  dan Nugroho Notosusanto. Dalam buku tersebut, dijelaskan jika tradisi membeli baju baru saat Lebaran sudah dimulai sejak tahun 1596 di Banten. Kesultanan Banten sendiri adalah sebuah kerajaan Islam yang berdiri di Provinsi Banten, Indonesia. Agama Islam jadi “roh” Kesultanan Banten, Budaya masyarakat pun menyerap Islam sebagai bagian yang tidak terpisahkan.

    Loading...

    Pada saat itu tradisi di Banten hampir sama seperti saat ini. Menjelang hari raya Idul Fitri, moncler jacket acorus 2 mayoritas penduduk Muslim dibawah kerajaan Banten sibuk menyiapkan baju baru. Berbeda dengan saat ini, hanya sedikit masyarakat yang membeli baju baru. Karena, mayoritas warga masih menjahit baju sendiri dan keterbatasan teknologi saat itu. Sebab itu, hanya kalangan kerajaan yang bisa mendapatkan baju bagus untuk Lebaran. Lantas, berbeda dengan hari-hari biasa, mayoritas warga yang bekerja sebagai petani berubah profesi menjadi tukang jahit dadakan menjelang Lebaran.

    Suasana Lebaran pada saat itupun sangat ramai. Pada malam hari, cahaya obor menghiasi tiap sisi jalanan di Banten. Bukan hanya baju baru saat Lebaran bahkan cahaya obor disepanjang jalan, ada beberapa tradisi di Banten yang perlu Anda ketahui, diantaranya adalah :

    1. Tradisi Hantaran

    Lebih tepatnya, tukar menukar menu makanan. Disetiap rumah jelang satu hari sebelum Lebaran akan masak banyak makanan, saat sore tiba mereka akan bergantian saling bertukar menu untuk disajikan esok harinya saat hari raya.

      ugg outlet dawsonville discount ” start=”2″>

    1. Membuat ketupat

    Ketupat merupakan simbol saat Lebaran tiba, tentunya hal ini pasti dilakukan oleh masyarakat khususnya di Banten untuk memetik daun kelapa guna membuat ketupat.

    1. Takbiran

    Tidak hanya baju baru, tradisi pemukulan bedug saat takbiran pun dimulai di jaman ini. Saat itu, pemukulan bedug berlangsung pada malam hari raya dan sebelum sholat Ied. Pada malam Idul Fitri, bedug digunakan untuk memberi tahu waktu buka puasa terakhir dibulan Ramadan. Sedangkan saat shalat Ied, pemukulan bedug berguna untuk memberi tahu masuknya 1 Syawal.

    1. Siapkan arena pertandingan panjat pinang

    Entah apa alasan dari tradisi ini, masyakarat Banten khususnya daerah perkampungan dan pedesaan masih melakukan tradisi ini sejak dulu. Bukan hanya dilakukan saat hari Kemerdekaan saja tetapi masyarakat melakukan pertandingan ini saat Lebaran tiba.

    1. Ziarah

    Ini merupakan tradisi yang lumrah dilakukan masyarakat luas saat Lebaran. Bukan hanya di Banten saja, tradisi ziarah dilakukan ke makam keluarga bahkan ziarah ke makam para Sultan Banten. a michael kors bag sac a main

    1. Beramai-ramai pergi ke pantai

    Setelah selesai ziarah dengan keluarga dan sanak saudara, biasanya masyarakat di Banten akan pergi beramai-ramai mengunjungi pantai. Wilayah yang dekat dengan pantai ini menjadi sebuah tradisi rekreasi yang selalu dilakukan. Mereka biasanya akan pergi ke pantai Carita di Labuan, pantai Anyer, serta pantai di Bagedur, Bayah dan lain-lain.

    1. Uli dan semur daging

    Apa itu Uli? Uli adalah nasi ketan yang ditumbuk hingga halus lalu dibentuk bulatan-bulatan dan kemudian dipipihkan. Jelang shalat Ied masyarakat akan sarapan dengan memakan Uli yang sudah dibakar atau digoreng kemudian dimakan bersama semur daging.

    Banten memiliki keunikan dan keberagaman tradisi serta kaya tempat wisata bahari yang menjadi warisan masyarakat bila hari raya telah tiba. Maka dari itu jangan pernah menghilangkan tradisi yang sudah ada sejak dahulu, sebab tradisi adalah jati diri suatu suku dan budaya. Tetap cintai Banten, dan pertahankan tradisi kita. (viko)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here