Wonosobo : Tradisi Penerbangan Balon Udara Saat Lebaran Terancam di Hapuskan

Centralnews – NASIONAL, Seperti diketahui, di Jawa Tengah terdapat tradisi lepas balon yang diadakan untuk mengganti ‘ritual’ petasan setiap hari raya Idul Fitri. Balon tanpa awak tersebut memiliki bahan parasit dengan bahan bakar gas yang mampu mengangkat beban berlebih.

Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia resmi menerbitkan Notice To Airmen (NOTAM) dengan nomor ‘A2115/17 NOTAMN’ untuk penerbangan yang melintasi langit Jawa Tengah. AirNav mendapat laporan banyaknya balon udara yang berterbangan di langit Jateng yang tentu membahayakan keselamatan penerbangan.

Dikutip dari situs Detik, “Jadi ada daerah Wonosobo, Cilacap, Kebumen, Purworejo itu ada puluhan balon yang meluncur ke atas sampai ketinggian 25.000-28.000 kaki. Jadi itu sampai 9 kilometer, sudah penerbangan normal, penerbangan jet itu,” ujar Direktur Operasi AirNav Indonesia Wisnu Darjono. Senin (26/6/2017).

Loading...

Wilayah udara yang dilaporkan berhamburan balon udara yakni di sekitar Cilacap, Wonosobo, Kebumen, dan Purworejo atau di Jateng bagian barat daya. NOTAM sudah resmi diterbitkan pada hari Minggu, 25 Juni 2017.(viko)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here