Gerai Convenience Store 7-Eleven Tutup Per 30 Juni Mendatang

Centralnews – JAKARTA, PT Modern Internasional Tbk akan menutup semua gerai 7-eleven per 30 Juni mendatang. Gerai convenience store ini pernah menjadi tempat nongkrong favorit anak muda sejak waralaba asal Dallas, Amerika Serikat (AS), ini masuk ke pasar Indonesia tahun 2009. Namun, sejak dua tahun terakhir kinerja Modern tergerus oleh meredupnya pamor 7-eleven.

Pantauan Centralnews, di gerai Sevel Cikini II, Jakarta Pusat,  sudah tidak ada aktivitas sejak Sabtu Malam, 24 Juni 2017. Meja dan kursi yang biasa terhampar di pelataran Sevel sudah tak tersedia. Kaca transparan gerai Sevel yang biasanya bisa untuk melihat bagian dalam  gerai dari luar sudah tertutup rapat dengan kertas putih mengelilingi.

Penutupan Sevel ini merupakan buntut dari gagalnya kesepakatan MDRN dengan PT Charoen Pokphand Restu Indonesia, anak usaha PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) terkait akuisisi yang sudah diumumkan 21 April lalu.

Pengumuman penutupan gerai Sevel sejatinya tak muncul begitu saja. Pada 31 Mei lalu,  MDRN juga sudah sedikit membuka tabir keputusan dramatis mereka. Dalam keterbukaan informasi perseroan, MDRN menanggapi surat OJK Nomor:S-500/PM.221/2017 pada 24 Mei 2017 mengenai rencana akuisisi telah gagal. Sehingga rencana RUPS Luar Biasa yang akan berlangsung 21 Juni yang membahas soal akuisisi pun otomatis dibatalkan.

Loading...

Kejayaan bisnis Sevel terjadi pada 2014 semenjak mereka membuka gerai di Bulungan Jakarta Selatan pada 2009. Penjualan bersih 2014 naik 24,5 persen menjadi Rp971,7 miliar dari tahun sebelumnya yang hanya Rp778,3 miliar. Namun, keterpurukan Sevel mulai terjadi pada 2015, kala itu total penjualan bersih Sevel turun menjadi Rp886,84 miliar. Untuk pertama kalinya 7-Eleven melakukan penutupan gerai. Tahun itu, ada 20 gerai yang ditutup. Sementara gerai baru dibuka hanya 18 angka terkecil penambahan gerai sejak 2011.  (rifa)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here