Menunggu RUU Terorisme Rampung, Polisi Tidak Maksimal Tangani Kelompok Teroris

 

Foto : Net/Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto

Centralnews – Nasional, Kepolisian Indonesia berharap UU Terorisme segera rampung, karena pihak aparat dapat dengan cepat untuk melakukan pencegahan tindakan para teroris dalam melancarkan aksi terornya. UU Terorisme yang rampung ini nantinya membuat kepolisian mendapatkan kewenangan mengkriminalisasi orang yang bergabung dalam kelompok terorisme seperti orang-orang yang berangkat ke Suriah yang berlatih bersama ISIS.

Namun dalam undang-undang yang ada di Indonesia saat ini, polisi tidak berwenang menangkap mereka begitu kembali ke Indonesia. Sehingga kepolisian tidak maksimal saat akan membuat dan melakukan pencegahan aksi teror bila belum rampungnya revisi Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme. moncler boots ugg boots

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan, salah satu kendala yang ditemui kepolisian adalah menangani mantan kombatan ISIS yang pulang ke Indonesia.

“Yang jadi masalah, Polri tidak bisa ambil tindakan, ketika yang bersangkutan [kombatan ISIS] tidak melakukan tindak pidana di sini,” kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (29/06.2017).

Loading...

Setyo mengharapkan revisi UU Terorisme yang saat ini masih dibahas Pemerintah dan DPR, michael kors careers clearance dapat mengatur upaya-upaya pencegahan dari para mantan kombatan tersebut. Dengan demikian, begitu ada yang bergabung ke kelompok tersebut, langsung ditangkap dan diproses hukum sebelum merencanakan aksi teror.

“Kita harapkan dalam RUU nanti itu akan muncul dimana upaya preventif,” katanya.

Salah satu mantan kombatan ISIS adalah tersangka kasus penyerangan Pos Jaga III Markas Polda Sumatera Utara, Syawaludin Pakpahan (43). Kepolisian menyebutkan Syawaludin pernah berada di Suriah selama enam bulan pada 2013. Syawaludin diduga ikut bertempur bersama ISIS di Suriah. michael kors coupon clutch

“Karena kita melihat dia pernah bertempur di sana. Lalu bisa dibuktikan dia pernah bertempur disana, itu bisa ditindak. [Tidak bisa ditindak] karena sekarang belum ada hukumnya,” ujarnya. (atp)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here