Tak Berlebaran, Kisah Perjuangan Jurnalis Peliput Arus Mudik Dan Balik

Foto : Yan – Wartawan Centralnews yang sedang berada di Media Centre ASDP Indonesia Ferry,Tempat berkumpulnya para jurnalis yang meliput arus mudik dan balik tahun 2017

Centralnews – Salah satu perjuangan jurnalis setiap tahunnya adalah peliputan arus mudik dan balik. Karena membantu menyebarkan informasi seputar arus mudik kepada masyarakat telah menjadi tugas wajib bagi seorang jurnalis setiap tahunnya. Salah satunya tentang informasi seputar kondisi lalu lintas dan jalur alternatif yang bisa menjadi pilihan pemudik. Mereka bahkan rela tak berlebaran bersama keluarga selama bertahun-tahun lamanya.

“Udah tujuh tahun gue disini. Pas pertama liputan sih gue bingung yah, tapi udah tiap tahun di Merak ya biasa aja jadinya. Paling pas malam takbir liputan sambil jalan-jalan, kalay pas shalat Ied ya ikut shalat disini (Pelabuhan Merak), biasanya di dermaga V,” kata Joko, jurnalis dari Radio Elshinta yang telah tujuh tahun bertugas meliputi arus mudik dan balik di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Jum’at (30/06/2017).

Tak hanya jurnalis pria, pewarta dari kaum hawa pun harus rela bermaaf-maafan dengan keluarganya melalui sambungan selulernya saja karena harus bertugas selama tiga tahun mengabarkan arus mudik dan balik. Bahkan kondisi tempat pariwisata pun wajib dikabarkan usai Idul Fitri, saat liburan masih panjang.

“Udah tiga tahun gue jaga mudik, tahun pertama di Jakarta, kemaren nya di Gadog, Puncak, nah sekarang di merak. Ya jalanin tugas aja kita kan, untuk masyarakat,” kata Mutiara Ramadhani, Jurnalis dari Kompas TV yang tahun ini bertugas di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Jum’at (30/06/2017).

Loading...

Bahkan tak jarang saat hujan dan angin turun di Pelabuhan Merak maupun seputar Banten saat malam tiba, mereka rela berhujan-hujanan menahan kantuk dan dinginnya cuaca saat masyarakat lain sedang berkumpul dengan keluarganya demi menyajikan informasi terkini.

Saat lelah tiba, para jurnalis dari berbagai media pun tertidur di posko Media Center Pelabuhan Merak beralaskan karpet tipis tanpa kasur dan bantal. Bahkan bagi seorang kontributor, mereka rela bekerja nyaris 24 jam tanpa fasilitas apapun dari perusahaan medianya bekerja.

“Gue udah empat tahun liputan mudik di Pelabuhan Merak, reportase lalu lintas di jalan protokol sama jalan tol. Kalau pas beres Shalat Ied siangnya gue reportase lagi,” kata Mamo Ertanto, jurnalis dari Radio Harmony FM, radio lokal di Kota Serang, Banten, Jum’at (30/06/2017).

Yan yang merupakan salah satu wartawan Centralnews juga ikut dalam perjuangan peliputan arus mudik. Dirinya pun juga sama saat tidak berlebaran karena ingin  menjalankan tugasnya sebagai jurnalis dalam memberikan informasi seputar mudik tahun ini dan sangat menyukai tugas tersebut.

“Passion pekerjaan mas, saya suka, apalagi ini tujuan untuk memberikan informasi kepada masyakarakat. Karena penting sekali informasi arus mudik ini mas”. Kata Yan jurnalis centralnews.co.id saat sedang memantau arus mudik Pelabuhan Merak. (yandi/atp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here