Eksklusif Bersama Kapolda Banten, Spesial HUT Bhayangkara Ke-71

Kapolda Banten : Brigjen. Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.

Centralnews – TOKOH CENRAL, Pada edisi kali ini, Tokoh Central berbincang secara eksklusif bersama Kapolda Banten yaitu Bapak Brigjen. Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Berkenaan dengan Hari Bhayangkara Ke – 71 yang diperingati setiap tanggal 1 Juli tiap tahunnya yang jatuh pada hari ini, Rabu, (1/7/2017).

Seperti apa perbincangan antara tim dari Centralnews bersama Kapolda Banten? Berikut hasil wawancara eksklusif kami :

Sebagai Kapolda Banten, apa yang bapak rasakan saat menyelesaikan permasalahan yang timbul di masyarakat di Provinsi Banten?

Banten memiliki karakteristik yang unik dan dikenal dengan negeri 1000 Kyai dan sejuta Santri. Dengan karakteristik tersebut, tentunya kegiatan-kegiatan dan penyelesaian permasalahan yang timbul di masyarakat, dapat dikolaborasikan dengan melibatkan peran tokoh ulama dan memberdayakan kearifan lokal, namun dalam pelaksanaannya kami tetap berpedoman terhadap undang-undangyang berlaku.

Lalu, bagaimana situasi keamanan Provinsi Banten yang selama ini bapak lihat saat menjalankan tugas – tugas bapak sebagai Kapolda Banten?

Loading...

Secara umum saya melihat bahwa situasi keamanan Provinsi Banten sangat kondusif. Kita dapat melihat dari beberapa peristiwa besar, yang semua berjalan dengan lancar dan kondusif, misalnya terkait pilkada gubernur banten, dimana Bawaslu RI telah mengeluarkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) dan menempatkan pilkada gubernur Banten sebagai pilkada terawan nomor 3 secara nasional. Kami bersyukur, seluruh tahapan pilkada dapat berjalan dengan aman dan hal ini menunjukkan bahwa masyarakat banten sudah sangat dewasa dalam berpolitik.

Bagaimana cara bapak mengajak masyarakat untuk tetap selalu menjaga keamanan dan ketertiban?

Peran masyarakat dalam menjaga stabilitas Kamtibmas, merupakan nilai positif yang harus dipertahankan. Menyikapi hal ini, tentunya polri harus selalu menjaga kedekatan dan kepercayaan masyarakat, sehingga selalu bisa saling bersinergi dalam menjaga situasi kamtibmas dan menegakan supremasi hukum

Sabtu, 1 Juli 2017 merupakan Hari Bhayangkara ke-71, Seperti apa bapak memaknainya? Khususnya bagi kepolisian Daerah Banten.

Pada kesempatan ini, dimana kita bertepatan dengan momen Hari Bhayangkara ke-71, saya mengajak kepada seluruh personel polda banten, mari kita jadikan peringatan hari bhayangkara kali ini sebagai momentum untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, dengan meningkatkan kinerja dan memperbaiki kultur pada tubuh polri.

Berbicara tentang peningkatan kepercayaan masyarakat dengan peningkatan kinerja, Bagaimana bapak sebagai Kapolda Banten mewujudkan hal tersebut di Jajaran Kepolisian daerah Banten kepada masyarakat banten?

Kita memiliki Aspek peningkatan kinerja yang mencakup 3 faktor, yaitu:

Pertama adalah Peningkatan Pelayanan Publik dengan cara diantaranya Memperbaiki dan meningkatkan pelayanan publik, dengan mengembangkan pelayanan yang berbasis teknologi dan informasi (sim online, e-tilang dan skck online). Memangkas rantai birokrasi dan regulasi proses pada loket pelayanan. Mendukung kebijakan reformasi hukum yang telah digulirkan oleh pemerintah, dengan membentuk satgas saber pungli. (6 kasus, 8 pelaku anggota polri dan 4 pelaku sipil). Kami juga membuat program/software berbasis android dan ios “banten bersatu”,untuk mendekatkan pelayanan polri kepad masyarakat.(live cctv, panduan lokasi strategis, dan terdapat tombol darurat yang dapat digunakan masyarakat apabila menghadapi kejahatan dan bencana alam.

Adakah penilaian pribadi terhadap pelayanan publik yang sudah bapak lihat?

Penilaian pelayanan publik seperti pelayanan SKCK untuk tahun 2017 Polres Pandeglang banten menempati rangking 5 nasional dalam hal kepuasan publik dalam pelayanan skck. (Kemenpan RB RI)

Sementara itu dari Satpas SIM Polres Serang meraih indeks 108 dari indeks 110, Polres Cilegon (100) dan Polresta Tangerang (93). (Penilaian OMBUDSMAN RI terhadap standar pelayanan publik dan kepatuhan penyelenggara terhadap undang-undang nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik).

Baik, selanjutnya 2 faktor lain terkait peningkatan kinerja dalam meraih tingkat kepercayaan masyarakat seperti apa pak?

Ya, selanjutnya itu Peningkatan Profesionalisme Penegakkan Hukum yang diantaranya Mengintensifkan sertifikasi kemampuan teknis penyidik, Melakukan anev secara rutin (1 bulan sekali) terkait proses penegakkan hukum yang dilakukan., Membangun komunikasi, lalu menjalin Kerjasama dan Harmonisasi dengan lintas Kementerian / lembaga dan criminal justice system serta aparat penegak hukum lainnya. Kemudian memperkuat pengawasan secara melekat dan berjenjang terhadap para penyidik dengan melibatkan unsur pengawasan internal (Wasidik, Propam, dan Itwasda) dan eksternal (Kompolnas, Ombudsman, Komnas HAM).

Dan faktor terakhir, Pemantapan Pemeliharaan Kamtibmas seperti kita Memperkuat kehadiran polri ditengah masyarakat, dengan meningkatkan jumlah personel bhabinkamtibmas (1 desa 1 personel bhabinkamtibmas). Menggelar personel berseragam pada sentra kegiatan masyarakat, daerah rawan kejahatan, macet dan laka lantas. Kemudian memperkuat sinergitas polisional dan kerjasama dalam memelihara kamtibmasdengan pemerintah daerah, dprd, tni, kejaksaan, pengadilan dan bawaslu, serta diperkuat dengan peran ulama. Langkah ini juga ditunjang dengan aplikasi pelayanan dan harkamtibmas “banten bersatu” dari tujuh pilar kamtibmas, sebagaimana saya sebutkan di atas. Mengintensifkan penggelaran patroli 4/10 dan melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui program kopi binmas, 60 menit bersama polri serta menginisiasi tabligh akbar dan bhakti sosial, Membangun daya cegah dan daya tangkal masyarakat terhadap kejahatan, dengan menggandeng peran para ulama dan lingkungan ponpes. Melakukan pengamanan program prioritas nasional  dan paket  kebijakan ekonomi pemerintah, antara lain dengan melakukan pengamanan proyek strategis nasional dan pengamanan distribusi bahan pokok dan bbm dari hulu sampai dengan hilir. Dan menggandeng peran media, baik media mainstream maupun media sosial, untuk mendukung polri dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.

Selanjutnya, bagaimana cara bapak memperbaiki kultur dari tubuh Polri? Sesuai yang tadi bapak sampaikan.

Perubahan kultural dapat kita lakukan dengan mengintensifkan pelatihan revolusi mental dan karakter kepemimpinan dengan melibatkan aini center. Lalu menggelar kegiatan pembinaan rohani secara rutin (1 minggu sekali) kepada seluruh personel. Memperkuat pengawasan, baik oleh pengawas internal maupun pengawas eksternal. Serta kita dapat menerapkan prinsip reward and punishment secara konsisten. Reward berupa ibadah umroh, diberikan kepada personel yang dinilai berprestasi (Sudah diberangkat umroh sebanyak 15 personel).

Lalu adakah pihak aparat kepolisian yang melakukan pelanggaran sesuai aturan yang berlaku? Seperti apa hukuman atau sanksinya?

Sementara untuk punishment, sepanjang tahun 2016 ini telah dilakukan penindakan tegas terhadap personel yang melanggar peraturan disiplin dengan jumlah 60 kasus kemudian kode etik dengan 15 kasus, tindak pidana umum terdapat 11 kasus, maupun pemberhentian tidak dengan hormat sebanyak enam personel.

Jelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Kepolisian RI mencanangkan program pengamanan lebaran yaitu Operasi Ramadniya Kalimaya 2017. Seperti program ini berjalan dari awal hingga akhir? Menurut bapak sebagai Kapolda Banten.

Kami bersyukur, ditengah bertambahnya jumlah pemudik (kenaikan 6%), situasi arus mudik dan arus balik pada tahun ini dapat berjalan dengan lebih lancar. Pada tahun lalu kami mengalami 3 kali situasi merah (Kemacetan mencapai KM 95 Tol Tangerang – Merak), sementara tahun ini kami hanya mengalami 1 kali situasi merah pada H-3 lebaran. Hal ini tentu tidak terlepas dari mulai beroperasinya dermaga 6, pemberlakuan tiket online dan pengaturan yang dilakukan oleh polri beserta seluruh stakeholders.

Sementara pada arus wisata Anyer, pada tahun ini terjadi kenaikan jumlah masyarakat secara signifikan (kenaikan 20%), khususnya pada H+2 dan H+3. Menghadapi situasi ini, kami melakukan buka – tutup di Jalur Lingkar Selatan Cilegon dan memberlakukan sistem satu arah pada ruas jalan Cilegon – Anyer dan Carita – Anyer. Selain itu, kami juga mengerahkan tim Raicet (pengurai kemacetan) dan menurunkan pelayanan mobile terkait BBM, montir dan pelayanan kesehatan dengan menggandeng pihak terkait, untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Baik pak, selanjutnya kita melihat akhir – akhir ini aksi teror dirasakan oleh pihak Kepolisian. Seperti yang kita ketahui sendiri, di Kota Serang ada kasus aksi teror “Surat Kaleng”. Lalu beberapa aksi teror yang menimpa anggota polri di berbagai wilayah di tanah air seperti kasus yang terjadi di Mapolda sumut dan Masjid Falatehan DKI Jakarta. Bagaimana bapak menyikapi hal ini?

Kami saat ini meningkatkan kesiapsiagaan, baik kesiapsiagaan mako maupun pos jaga yang dilengkapi dengan cctv serta meningkatkan kewaspadaan dan buddy system dalam melaksanakan tugas / kegiatan.

Kita juga mengintensifkan kegiatan patroli dan perbanyak jumlah anggota jaga serta memperkuat anggota dengan senjata apidan pelindung badan.

Dan kepada personel polri, agar tetap menjaga soliditas dan tidak ragu melakukan tindakan tegas terhadap pelaku yang melakukan penyerangan / teror.

Bagaimana cara Kepolisian Daerah Banten sesuai intruksi Polri dalam menjaga agar masyarakat tidak panik terhadap aksi teror tersebut?

Kepolisian tidak mengurangi prioritas pelayanan terhadap masyarakat dan tetap meningkatkan kehadiran polri pada setiap kegiatan masyarakat.

Saya juga mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat banten, untuk tetap waspada dan bekerjasama dengan polri untuk mengawasi ruang gerak kelompok tertentu yang akan melakukan aksi teror.

Apabila ada hal yang dicurigai, masyarakat dapat melaporkan kepada Polri dan bila mampu serta tidak membahayakan keselamatan, masyarakat dapat mengamankan pelaku, dengan catatan tetap menghormati hak azasi manusia pelaku dan tidak berlaku anarkis, untuk selanjutnya diserahkan kepada aparat Polri setempat.

Masyarakat pun tidak perlu cemas,polri tetap akan melaksanakan tugasnya secara optimal dalam memberikan pelayanan dibidang kamtibmas dan penegakan hukum.

Baik pak, terakhir. Adakah pesan dan harapan yang ingin bapak sampaikan kepada Masyarakat Banten? Karena kita masih merasakan suasana dan nuansa di Hari Raya Idul Fitri ini?

Baik, pada kesempatan ini, perkenankan saya selaku pribadi dan Pimpinan Polda Banten, mengucapkan selamat Hari Raya Idul fitri 1438 Hijriyah kepada seluruh masyarakat Banten, mohon maaf lahir dan batin.

Semoga tuhan yang maha kuasa senantiasa mencurahkan ridho dan bimbingan-nya kepada kita. Semoga pula, Idul fitri kali ini dapat membawa bangsa kita menjadi lebih aman, damai dan sejahtera, amin. (atp)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here