GNNT : Gerakan Nasional Non Tunai Mulai Berlaku Di Banten

 

Foto : Net/Ilustrasi

Centralnews – Ekonomi, Saat ini perkembangan teknologi terus berkembang dari masa kemasa sehingga mampu mendukung masalah keuagaan kita. Salah satu permasalahan keuangan yang sering sekali kita temui saat bertransaksi adalah menerima uang palsu. Kasus pemalsuan uang ini dinilai tidaklah sedikit, Sehingga Bank Indonesia mulai meluncurkan dan mensosialisasikan pengunaan transaksi non tunai kepada masyarakat Indonesia.

Gerakan Nasional Non Tunai(GNNT) sendiri telah dicanangkan oleh Bank Indonesia pada 14 Agustus 2014 dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan instrumen non tunai, sehingga berangsur – angsur terbentuk suatu komunitas atau masyarakat yang bertransaksi non tunai dengan menggunakan instrumen non tunai (Less Cash Society/LCS) dalam kegiatan ekonominya.

Budiharto Setyawan, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten menjelaskan untuk negara – negara ASEAN yang sudah diketahui bahwa masyarakatnya sudah menjalankan atau menggunakan sistem transaksi nontunai. Namun Indonesia diketahui kondisi masih jauh tertinggal karena masyarakat Indonesia masih banyak yang menggunakan transaksi tunai.

“Perlu dipahami bahwa kondisi Indonesia ini cukup ketinggalan dibandingkan negara lain disekitaran Indonesia terutama di Negara – negara ASEAN dalam penggunaan non tunai, jadi hampir 99% kita masih menggunakan transaksi tunai,” Ujarnya saat ditemui dikantornya, Kamis (6/7/2017).

Loading...

Budi juga menambahkan bahwa Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) ini adalah pemikiran Bank Indonesia untuk merubah sistem transaksi yang lebih aman dan efisien meski tidak akan merubah sepenuhnya terhadap transaksi tunai.

“GNNT ini merupakan salah satu pemikiran bagaimana kita mencoba untuk menggeser meski tidak mungkin kita merubah seluruhnya, di negara yang maju sekalipun tunai masih tetap dilakukan dan kita tidak dapat menggeser itu,” Jelasnya.

Bank Indonesia Provinsi Banten saat ini masih memperkenalkan dan mensosialisasikan GNNT kepada masyarakat bahkan kepada mahasiswa yang langsung disosialisakan di kampus – kampus. Dalam waktu dekat ini, Banten sendiri akan mencoba menerapkan sistem transaksi non tunai pada transaksi pembayaran tol. Nantinya para pengemudi yang menggunakan jalur tol akan membayar dengan menggunakan E-Toll.

“Sementara itu dalam waktu dekat atau dalam 3 bulan ini pembayaran tol akan diterapkan sistem non tunai atau menggunakan E-Toll dan dengan target Oktober 2017 mendatang,” Terangnya.

Budi juga mengatakan terdapat instruksi dari Pemerintah Provinsi Banten bahwa penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) akan disalurkan secara nontunai.

“Ini ada instruksi dari bapak Gubernur, untuk penyaluran Bansos yang dikelola Provinsi Banten juga disampaikan secara non tunai. Permasalahan ini kita sedang intensif bahas dengan bapak Asda I dan dengan Ibu Kadisos dan perbankan untuk bisa segera merealisasikan penyaluran Bansos di Provinsi Banten secara non tunai,” Jelasnya.

Sebelumnya Gerakan Non Tunai ini sudah ada yang berjalan di Banten, yaitu pada program E – Samsat Banten atau sistem pembayaran pajak dengan elektronik yang telah launching atau diresmikan langsung oleh Gubernur Banten, Wahidin Halim di kantor UPT Samsat Kota Serang (20/6/2017). Bank Banten ikut ambil bagian sebagai perbankan yang melakukan kerjasama e-Samsat Banten ini, dimana antara Bank Banten dengan Tim Pembina Samsat Provinsi Banten.

Seperti diketahui, berbagai manfaat dapat dirasakan dengan bertransaksi non tunai. Pertama kepraktisan bertransaksi dan keamanan dalam membawa instrumen non tunai dibandingkan dengan uang tunai. Kedua, efisiensi biaya antara biaya produksi instrument non tunai dengan biaya pencetakan, peredaran serta pengelolaan uang tunai tunai. Ketiga, pencatatan transaksi secara otomatis sehingga memudahkan dalam menghitung aktivitas ekonomi. Hal tersebut tentu dapat mencegah underground economy yang umumnya dilakukan dalam bentuk tunai. Keempat, penggunaan alat pembayaran non tunai juga akan meningkatkan sirkulasi uang dalam perekonomian (velocity of money). (atp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here