Gubernur Banten Ingin Hilangkan Kawasan Banten Lama yang Kumuh

Centralnews- BANTEN, Perkembangan sejarah bangsa Indonesia telah memperlihatkan kepada kita semua bahwa pada Kawasan Banten Lama terdapat potensi dan sumber daya kultural yang bernilai sejarah dan kepurbakalaan cukup tinggi.

Sayangnya, kurangnya perhatian pemerintah terdahulu tentang pengembangan fisik untuk kawasan Banten Lama membuat daya tarik tempat tersebut sangatlah kurang. Padahal kita semua tahu bahwa kawasan Banten Lama memiliki potensi sebagai kawasan wisata yang dapat dikenal seperti candi borobudur namun kondisi Banten Lama yang kurang terawat membuatnya kurang diminati. .

Permasalahan juga terlihat dari kurangnya sarana dan prasarana wisata yang ada di kawasan ini. Hal ini akan mempengaruhi pada kesan dan kepuasan wisatawan yang datang.

Keluhan para Kyai tentang kondisi Banten Lama membuat pemerintah Provinsi Banten turun tangan dan membentuk team untuk menata kembali kawasan Banten Lama, selama ini kawasan Banten Lama dinilai kurang menarik wisatawan akibat tak tertata dengan baik.

Loading...

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan bahwa akan ada revitalisasi di kawasan Banten Lama yang akan dilaksanakan pada tahun depan.

“Memang kawasan itu harus diperbaiki, yang kotor di kawasan banten itu harus diperbaiki termasuk pikiran-pikiran kotor. Kata wahidin

“Sudah lama kami siapkan dan sudah kami design, andika sebagai ketua teamnya.  Jadi  yang kumuh-kumuh kita mau rapikan, yang kotor akan kita bersihkan agar masyarakat saat berkunjung akan senang. Kita Sebagai warga Banten yang keturunan sultan mempunyai tanggung jawab moral, masa kita biarkan kumuh seperti itu, bikin malu. Para kyai pernah mengeluhkan kondisi di Banten Lama karena kurangnya pembangunan tersebut.

Wahidin mengatakan, ia pun tidak akan ikut campur terkait bagaimana nantinya pengelolaan Banten Lama jika sudah direvitalisasi. Pemprov nanti hanya akan focus untuk melakukan penataan fasilitas yang belum maksimal di kawasan tersebut. (rifa)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here