Money Changer Yang Tidak Berizin Rawan Tindak Kejahatan

 

Foto : Centralnews/Atp

Centralnews – Bisnis, Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (Kupva BB) atau yang lazim dikenal dengan money changer rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan. Bagi para pelaku usaha jasa tukar menukar uang asing yang tidak memiliki izin dari Bank Indonesia (BI) atau money changer ilegal ini kerap dimanfaatkan untuk melakukan suatu tindak pidana.

Tindak pidana itu khususnya kejahatan luar biasa seperti pendanaan terorisme, pencucian uang, korupsi, moncler backpack bady dan narkotika.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Budiharto Setyawan mengatakan bahwa Banten memiliki money changer terbanyak setelah Bali, Batam, dan Medan. Saat ini Bank Indonesia bekerjasama dengan Kepolisian Daerah Provinsi Banten sedang melakukan penanganan money changer ilegal atau tidak berizinan.

“Kemudian kemarin kita sampai mengadakan Pers Conference bersama Kepolisian mengenai penanganan money changer yang tidak berizin, monster beats earbuds repair earbuds fake jadi di Provinsi Banten ini adalah daerah yang memiliki money changer terbanyak setelah Bali, Batam, dan Medan. Dan kami bekerjasama dengan Polda Banten,” Ujarnya.

Loading...

Budi juga menambahkan bahwa Bank Indonesia melakukan penertiban terhadap yang ilegal serta mensosialisasikan bila money changer yang ingin beroperasi harus memiliki izin dari Bank Indonesia terlebih dahulu.

“Kita lakukan penertiban terhadap yang ilegal yaitu yang tidak mendapatkan izin dari Bank Indonesia. michael kors b pop ap 1311 Untuk beroperasi sebagai money changer itu harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari Bank Indonesia,” Jelasnya.

Money changer ilegal sendiri juga bisa dijerat dengan pasal pencucian uang, Karena para pelaku Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (Kupva BB) yang beroperasi tanpa izin dari Bank Indonesia dianggap sebagai pihak yang membantu terjadinya tindak pidana pencucian uang dan memenuhi unsur Pasal 3, 4, dan 5 UU Nomor 8 Tahun 2010. (atp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here