PPDB : Menghapus Adanya Sekolah Unggulan Demi Pemerataan

 

Foto : Net/Ilustrasi

Centralnews – TANGERANG, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2017/2018 kini telah menerapkan sistem online, melalui sistem online ini data diri siswa juga langsung terkoneksi dengan nomor induk kependudukan siswa saat entri pendaftaran siswa. Hal ini demi menselaraskan sistem online dengan pola zonasi atau domisili siswa.

Pola zonasi siswa tersebut bertujuan untuk memperdekat tempat tinggal dengan sekolah dan untuk menghapus adanya sekolah-sekolah unggulan sehingga akan terjadi pemerataan disetiap sekolah.

Sistem zonasi pun menuai keluhan dari orang tua siswa yang mendaftarkan anaknya.

“Sebuah sistem yang baru dikenal oleh masyarakat pastilah menimbulkan keluhan, sementara dari sisi jumlah yang diterima logikanya begini, lulusan SD di Kota Tangerang itu sekitar titik  30 ribu dan daya tamping SMP itu hanya 11 ribu pasti tidak ada yang diterima.” Terang Abduh Surahman, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang (10/07/17).

Loading...

Namun sistem zonasi justru akan mengesampingkan nilai siswa, bahkan usia siswa juga menjadi perhatian. Rektor UMT, Achmad Badawi menjelaskan sistem penerimaan dengan sistem zonasi haruslah menjadi kajian mendalam, mengingat usia tidak menjadi acuan dengan mengabaikan nilai ujian.

“Memang sebenarnya itu tidak sebatas generalis, oleh karena itu sistem penerimaan siswa baru ditingkat dasarnya yang harus menjadi kajian” ujar Achmad Badawi.

PPDB dengan sistem zonasi dan usia siswa merupakan kali pertama dilaksanakan di Kota Tangerang (viko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here