Pemkab Lebak Bentuk Kemitraan UMKM Dengan Pengusaha Besar

 

Foto : Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya saat meninjau produk hasil UMKM yang dipamerkan di La Tansa Mashiro, Rangkasbitung (Centralnews Banten/Andri)

Centralnews – Lebak, Pengembangan UMKM dalam mencapai keberhasilan dan persaingan baik di pasar domestik ataupun pasar global lebih mudah diwujudkan apabila pelaksanaannya melibatkan pelaku usaha besar atau dengan kata lain, terjalinnya kerjasama yang sinergis antara pengusaha besar dengan pelaku UMKM sebagaimana telah diatur dalam peraturan pemerintah nomor 44 tahun 1997 Tentang Kemitraan. Kata Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dalam sambutanya pada saat membuka acara fasilitasi kerjasama strategis antar usaha besar dan usaha kecil menengah di gedung Latansa, sSenin (10/7/17)

“Kemitraan tersebut harus disertai dengan pembinaan terhadap pelaku usaha besar dan menengah berlaku umum dengan memperhatikan prinsip saling membutuhkan memperkuat dan saling menguntungkan”. Kata bupati lebak

Iti Octavia menambahkan, dalam menghadapi persaingan di abad ke-21, UMK dituntut melakukan restrukturisasi dan reorganisasi dengan tujuan permintaan konsumen yang makin beragam, spesifik, produk yang berkualitas tinggi dan harga yang murah, maka kemitraan antara UMK, pelaku usaha menengah dan besar, mutlak perlu dilakukan dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut.

Menurutnya, karakteristik Kabupaten Lebak tidak bisa disamakan dengan kabupaten lain yang ada di Provinsi Banten seperti Serang, Tangerang, Cilegon yang bisa meningkatkan perekonomian melalui industri besar, sedangkan Kabupaten Lebak yang merupakan kawasan konservasi maka pembangunan industri besar tidak mungkin dilakukan dan salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pengembangan dan pemberdayaan UMKM.

Loading...

Kegiatan ini diikuti oleh 100 pelaku UMKM, sembilan perbankan, sembilan perhotelan, sembilan Pasar Swalayan dan toko modern, dua perusahaan modal asing dan dua perusahaan modal dalam negeri.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Wahab Rahmat menjelaskan, maksud dan tujuan diadakan kegiatan ini untuk memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan mMenengah dengan cara pemberian kesempatan berusaha, dukungan, perlindungan dan pengembangan usaha seluas-luasnya sehingga mampu meningkatkan kedudukan peran dan potensinya dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan masyarakat dan terciptanya lapangan kerja serta pengentasan kemiskinan.

“Dengan kerjasama ini saya harap pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas usahanya melalui Inovasi dan peningkatan kualitas produknya dan pihak perbankan agar membantu permodalan sehingga dapat berkembang dan bersaing dengan produk-produk luar daerah atau luar negeri.” kata Wahab Rahmat. (andri/atp)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here