Wali Kota Serang Tubagus Haerul Jaman Butuh 200 Miliar Untuk Revitalisasi Kawasan Banten Lama

Centralnews – SERANG, Wali Kota Serang Tubagus Haerul Jaman mengatakan butuh kurang lebih Rp 200 miliar untuk menata kawasan cagar budaya Banten Lama. Kebutuhan ini diperlukan mulai dari penataan, pembebasan lahan, relokasi pedagang kaki lima sampai pembukaan ruang terbuka hijau.

Sebagai pengelola lama, ia juga tidak keberatan ada kerjasama dengan pihak pemerintah provinsi dan Kabupaten Serang dalam menata kawasan di sana. Desain lama yang dipersiapkan Kota Serang juga akan dipadukan dengan milik provinsi.

Kawasan Banten Lama merupakan kawasan cagar budaya berupa pusat kesultanan Islam Banten pada abad ke-16. Di sana, ada berbagai cagar budaya yang dilindungi namun tak terurus dan banyak pedagang kaki lima. Beberapa situs cagar budaya adalah Keraton Kaibon, Keraton Surosowan, Masjid Agung Banten dan Benteng Speelwijk.

Dikutip dari situs Detik.com Menurutnya, jumlah anggaran untuk mengelola dan menata ulang cagar budaya Banten Lama disampaikan dalam rapat bersama Gubernur Banten Wahidin Halim pada hari ini Rabu (12/7/2017) di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B). Jumlah tersebut adalah gambaran dari pihak pemerintah kota sebagai pengelola Banten Lama.

Loading...

“Jauh sebelumnya terkait penataan, kita sudah memprioritaskan poin mana yang harus ditata dan dibangun, perkiraan Rp 200 miliar,” kata Jaman kepada wartawan.

Kurangnya perhatian pemerintah tentang pengembangan fisik untuk kawasan Banten Lama membuat daya tarik tempat tersebut sangatlah kurang. Padahal kita semua tahu bahwa kawasan Banten Lama memiliki potensi sebagai kawasan wisata yang dapat dikenal seperti candi borobudur namun kondisi Banten Lama yang kurang terawat membuatnya kurang diminati. .

Permasalahan juga terlihat dari kurangnya sarana dan prasarana wisata yang ada di kawasan ini. Hal ini akan mempengaruhi pada kesan dan kepuasan wisatawan yang datang. (rifa)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here