Mengenal Tim Survival Polda Metro Jaya Pengungkap Sabu Satu Ton

Centralnews – SERANG, Saat masyarakat disekitar Anyer malam tadi tertidur nyenyak diatas kasur sembari memeluk guling. Tim Survival Polda Metro Jaya bersama Tim Jaguar Polresta Depok bergadang dibalik tingginya ilalang disekitar Hotel Mandalika, lokasi penangkapan penyelundupan narkoba jenis sabu seberat satu ton.

Kondisi malam yang gelap, ditambah gigitan nyamuk dengan suara mesin perahu karet yang halus menjadi tantangan tersendiri bagi kedua tim itu untuk menggagalkan upaya penyelundupan narkoba senilai Rp 1,5 triliun tersebut.

“Memakai kapal karet atau perah kecil. Mesinnya cukup halus, jadi kita pakai peralatan canggih, Night vision,” kata Irjen Pol M.Iriawan, Kapolda Metro Jaya, saat ditemui dilokasi penangkapan di dalam Hotel Mandalika, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (13/07/2017).

Jalur laut dan pelabuhan kecil dijanjikan oleh Jenderal bintang dua ditubuh korps Bhayangkara itu akan segera diselidiki dan dijaga semakin ketat agar tak lagi terulang kasus yang sama.

Loading...

“Kita akan telusuri, yang jelas dari laut. Jalur laut sudah kita endus, sudah lama juga, daerah Banten dan Jakarta juga,” jelasnya.

Sebelumnya sempat diberitakan bahwa Pada saat penangkapan terjadi perlawanan dari ke empat tersangka. Akibatnya, dua anggota polisi mengalami luka akibat ditabrak tersangka. Polisi pun mengambil sikap tegas dengan mengeluarkan tembakan yang mengakibatkan satu orang tersangka meninggal.

Empat orang pelaku bernama Lin Ming Hui, Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, dan Hsu Yung Li. Sedangkan tersangka yang ditembak mati bernama Lin Ming Hui yang ditengarai sebagai bos penyelundupan narkoba jenis sabu tersebut.

Dua yang ditangkap hidup, antara lain, Chen Wei Cyuan dan Liao Guan Yu. Sementara yang kabur adalah Hsu Yung Li. Tersangka yang ditembak mati, menurut polisi, karena melawan saat akan ditangkap. (yandi/rifa)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here