Pembangkit Listrik Nuklir, Pemerintah Kaltim Menanti Izin Pemerintah Pusat

ilustrasi

Centralnews – NASIONAL, Pemerintah Kalimantan Timur menanti izin dari pemerintah pusat untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir dengan menggandeng investor asing. Jika disetujui oleh pemerintah pusat pembangunan proyek PLTN di Kaltim bisa dimulai tahun ini dan digarap dalam jangka waktu 10 tahun.

Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak mengharapkan pemerintah pusat dapat mengeluarkan izin pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

Awang mengaku siap jika Kaltim ditetapkan menjadi lokasi pengembangan listrik tenaga nuklir, bahkan dia juga mengusulkan lokasi yang dianggap tepat dijadikan pembangunan PLTN oleh Batan adalah di Kecamatan Talisayan, nfl jerseys fit giants Kabupaten Berau.

Dia menuturkan Provinsi Kalimantan Timur sangat membutuhkan listrik sehingga pembangkit baru sangat diperlukan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur sendiri telah merencanakan akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sejak tahun 2015. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan listrik dibeberapa daerah yang tak terjangkau PLN.

Loading...

Rencananya, PLTN tersebut akan dibangun di Talisayan, nfl jerseys game vs elite green bay Kabupaten Berau. Hal itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Pemprov Kaltim dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dua tahun yang lalu.

dipilihnya Kaltim sebagai pengembangan PLTN karena daerah yang aman, utamanya dari ancaman gempa. Tidak seperti kepulauan lain yang masih mungkin terjadi gempa yang mampu merusak sejumlah infrastruktur.

Perlu diketahui bahwa nuklir tidak hanya berhubungan dengan bom, tetapi sudah ramai digunakan untuk pemanfaatan sumber daya energi, moncler doccasion ebay terlebih pembangkit listrik., Kaltim akan menjadi provinsi pertama di Indonesia yang membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Kaltim merupakan wilayah paling ideal untuk pembangunan PLTN. Sebab di Kaltim tidak ada gunung api, yang bisa menyebabkan gempa seperti di pulau Jawa maupun Sumatera. (rifa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here