Pemkab Serang Resmikan Pembangunan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni

Centralnews – KABUPATEN SERANG, Penyelesaian terhadap permasalahan banyaknya rumah tidak layak huni di Kabupaten Serang saat ini sedang menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Serang dalam melayani masyarakat dengan baik, melalui program Bantuan RTLH (Bantuan Rumah Tidak Layak Huni), kini Pemda  Kab.Serang tengah berusaha guna mewujudkan rasa kepedulian terhadap masyarakat, program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan tempat tinggal yang layak, melalui program “Rehabilitasi Rumah” Pemkab Serang berharap agar masyarakat mempunyai rumah dan MCK yang layak untuk membiasakan hidup bersih dan sehat.

Pemda Kabupaten Serang menyalurkan program Bantuan (RTLH) Bantuan Rumah Tidak Layak Huni, yang akan dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan, yang terselenggara berkat dukungan dari pihak pihak terkait seperti Kodim 0602 Maulana Yusuf Serang, Korpri Kabupaten Serang, Baznas Kabupaten Serang, dan Bank Jabar Banten.

Hari ini Pemkab Serang tengah mengadakan kegiatan yang telah masuk dalam program Bantuan RTLH bagi warga kurang mampu, yaitu acara peresmian RTLH KORPRI, Baznas dan Peletakan Pondasi Bantuan RTLH CSR BJB, yang diselenggarakan di Kecamatan Padarincang Kabupaten Serang selaku pihak penerima bantuan, dalam agenda tersebut terlihat beberapa pejabat yang menghadiri di antaranya adalah Direktur Keuangan Bank BJB Pusat, Nia Kurnia, Kepala Dinsos Prov Banten, Nurhana, Sekda Kabupaten Serang, Agus Erwana dan seluruh jajaran Kepala Dinas Kabupaten Serang, dan juga dalam kesempatan tersebut turut dihadiri oleh 500 orang warga masyarakat sekitar dan juga para ASN yang turut andil bagian dalam kegiatan tersebut.

Loading...

Menurut informasi yang didapat oleh Centralnews dalam agenda tersebut Pemkab Serang meresmikan bantuan sejumlah 321 rumah siap huni yang dihimpun dari KORPRI 33 Rumah, Baznas 70 Rumah, CSR BJB 98 Rumah, APBD Kab Serang 80 Rumah, dan APBD Provinsi 120 Rumah.

Dalam sambutannya Ratu Tatu selaku Bupati serang mengatakan bahwa pemerintah Kabupaten Serang saat ini tengah fokus dalam program rehabilitasi rumah “Saat ini kita fokus untuk rehab rumah tidak layak huni, untuk anggaran bantuan bervariasi ya, ada yang 20 Juta perunit, kalo dari BJB 25 Juta perunit, Kalo dari yang kementrian PUPR 15 Juta perunit, untuk targetan tiap tahun kita akan rehab bangun 2000 unit” tuturnya.

Lebih lanjut Bupati Serang menjelaskan bahwa Pemkab Serang telah menerima beberapa bantuan anggaran “untuk anggaran pembangunan RTLH kita juga mendapatkan dana dari pemerintah pusat dari Kemensos 11 rumah dan juga dari Kementerian PUPR melalui Dinas Perkim dari APBN 550 Rumah yang akan dibangun tahun 2017 ini, kemudian ada lagi dari pemeritahan pusat yaitu dari alokasi DAK (Dana Alokasi Khusus) 36 rumah dan juga dari Dinas Perkim melalui APBD ada 200 rumah” jelasnya.

Nia Kurnia selaku Direktur Keuangan Bank BJB Pusat yang juga hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa “untuk alokasi bantuan csr kami memang sudah ada anggaran pengalokasikan ditiap tiap wilayah kabupaten kota tergantung skala prioritas pembangunan diwilayah masing masing, jadi kami selaraskan dengan kebutuhan berbeda di tiap tiap wilayah” tuturnya.

Lebih lanjut Nia menjelaskan bahwa Anggaran Pegalokasian CSR sangat bergantung pada kepemilikan sahan Pemerintahan Daerah juga Jeuntungan yang didapat oleh Bank BJB “Untuk Kabupaten Serang saat ini ada 1,4 Miliar dana yang digunakan disini adal sisa dari tahun 2016 dan juga dana 2017, nah kalo untuk pengalokasian anggaran itu kita proposionalkan dengan kepemilikan saham kabupaten dan kota  di Bank BJB, dan juga sangat tergantung dari besarnya laba yang diperoleh oleh Bank BJB dari tahun ketahun” ucapnya.

Dalam sesi tanya jawab Bupati Serang mengklarifikasi bahwa untuk anggaran KORPRI yang saat ini telah dikelola oleh Baznas yang beberapa waktu lalu menimbulkan polemik, Bupati Serang menegaskan pihaknya telah mengambil sikap dengan seizin Kejari, beliau pula mengatakan bahwa KORPRI Pemkab Serang masih memiliki sisa anggaran yang nantinya akan dipergunakan untuk pembangunan selanjutnya di tahun 2017.

“ya kita dengan seizin Kejari beserta jajaran karena setelah di telaah lebih lanjut ini bukan saja karena dana ini dihimpun dari PNS tapi juga wadahnya, dan sekarang sudah bisa dilanjutkan, untuk anggaran kita masih punya sisa 625 Juta untuk pembangunan 2017 mendatang” tegasnya.

Menanggapi tentang banyaknya kasus RTLH di Kabupaten Serang dengan anggaran yang minim Bupati Serng berencana untuk mengoptimalkan Pembangunan Bantuan RTLH melalui penerimaan bantuan CSR selain itu Bupati Serang juga memerintahkan Baznas untuk membuat UPZ diperusahaan guna mengoptimalkan dana dari zakat mal pegawai yang memang banyak di Kabupaten Serang.

“Jika dari peerimaan Baznas ini bisa meningkat tentunya semain banyak dana yang kita dapatkanuntuk pembangunan Bantuan RTLH, untuk BJB nantinya akan masuk dikecamatan kecamatan yang memang bukan basis Industri” katanya.

diakhir kesempatan tersebut pula guna memaksimalkan pembanguanan Bantuan RTLH Bupati Serang menghimbau pada warga masyarakat Kabupaten Serang untuk dapat turut serta dalam bekerja sama. “Kita butuh peran dari masyarakat untuk gotong royong, kita butuh tenaga kepedulian masyarakat, kita sudah himbau kepada para camat untuk berperan mengajak masyarakat, ada juga yang memang mereka membangun sendiri mengumpulkan dana dan bekerja sama membangun sendiri ada juga yang melalui Koperasi”. (adv/yan/rifa)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here