Referendum Oposisi di Venezuela Memanas, Satu Wanita Tewas ditembak

Centralnews – INTERNASIONAL, Pria bersenjata di Venezuela melepaskan tembakan ke arah kerumunan orang yang ikut serta dalam referendum yang digelar kelompok oposisi.

Pemungutan suara tersebut dinilai ilegal oleh pemerintah setempat. Serangan yang dilakukan di Caracas tersebut menyebabkan satu orang wanita tewas, sementara tiga lainnya menderita luka-luka.

Menurut Koalisi Oposisi Persatuan Demokrasi, tembakan tersebut dilepaskan kelompok para militer pro-pemerintah. Kejadian itu, tepatnya berlangsung di daerah miskin Catia.

Ada ribuan orang yang diperkirakan berada ditempat tersebut saat insiden berlangsung. Ketika tembakan dilepaskan, masa ditempat langsung berlarian mencari tempat aman.

Loading...

Mayoritas kabur ke dalam gereja dan berlindung ke beberapa tempat yang berada dalam tempat peribadatan itu.

Seorang perawat berusia 61 tahun tewas akibat tertembak saat menunggu untuk memberikan suara dalam referendum tidak resmi yang digelar kelompok oposisi di ibu kota Venezuela, Caracas.

Korban jiwa kejadian ini teridentifikasi sebagai Xiomara Escot. Terbunuhnya Escot dikecam oleh pemimpin oposisi, Freddy Guevara.

Seorang pria bersepeda motor menembaki sejumlah orang yang tengah antre, sehingga menewaskan wanita itu serta melukai tiga orang lainnya.

Insiden penembakan ini merupakan lanjutan dari krisis di Venezuela, dan lebih dari 100 orang tewas dalam bentrokan politik sejak April lalu.

Pemungutan suara yang dilakukan oposisi dikecam keras pemerintah. Mereka menyatakan, referendum ini ilegal dan tak sesuai konstitusi.

Meski demikian, penyelenggara mengklaim ada lima juta warga Venezeula yang ikut serta dalam referendum. Waktu pemungutan suara pun dijelaskan telah diperpanjang kelompok oposisi. (rifa)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here