Rokok dan Beras, Penyebab Kemiskinan di Banten Meningkat

Foto : net/ilustrasi kemiskinan

Centralnews – SERANG,  Rokok, beras, Bahan Bakar Minyak (BBM), pakaian hingga dana pendidikan menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya jumlah kemiskinan di Provinsi Banten pada tahun 2017 ini.

Setidaknya Badan Pusat Statistik (BPS) Banten mencatat lonjakan angka kemiskinan di Banten sebanyak 17,4 ribu jiwa.

“Peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi, bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Pada Maret 2017, sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan tercatat sebesar 70,47 persen sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi September 2016 yang sebesar 70,29 persen,” kata Agoes Soebeno, Kepala BPS Banten, melalui rilisnya, Selasa (18/07/2017).

Berdasarkan survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) yang digelar pada bulan Maret 2017 kemarin. Menemukan bahwa jumlah penduduk miskin di Banten bertambah sebanyak 0,09 persen dibandingkan semester sebelumnya sebesar 5,36 persen.

Pada tahun 2016, tepatnya bukan Maret, jumlah penduduk miskin Banten berjumlah 657,74 ribu jiwa. Lalu pada bulan Maret 2017 menjadi 675,04 ribu jiwa.

Loading...

Persentase penduduk miskin di perkotaan naik dari 4,49 menjadi 4,52 atau bertambah 10,9 ribu jiwa dari 380,16 ribu jiwa pada September 2016 menjadi 391,04 ribu jiwa pada bulan Maret 2017.

Sedangkan jumlah penduduk miskin di perdesaan bertambah dari 7,32 persen di bulan September 2017 menjadi 7,61 persen pada Maret 2017 atau dari 277,68 ribu jiwa menjadi 284 ribu jiwa atau bertambah sebanyak 6,4 ribu jiwa.

Pada periode September 2016-Maret 2017, baik Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) maupun Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) keduanya meningkat.

“Hal ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin jauh dibawah garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran diantara penduduk miskin juga semakin melebar,” jelasnya. (yandhi/viko)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here