Kurangnya Kapal Patroli, Perairan Banten Ladang Empuk Bagi Penyelundup

Foto : Net

Centralnews – BANTEN, Garis pantai di Banten sangat rawan digunakan untuk penyelundupan barang-barang ilegal dari luar negeri karena banyaknya Dermaga tikus serta kurangnya petugas patroli laut dan minimnya kapal yang dimiliki oleh petugas kepolisan dan pangkalan TNI angkatan laut (lanal)

Pengamanan garis pantai di Banten sesungguhnya sudah memiliki standar oprasional untuk pengamanan perairan wilayah Banten seperti di perairan Anyer, bahkan kepolisian dan TNI AL  sudah memiliki beberapa pos untuk mengawasi garis pantai yang ada.

Namun memang karena Keterbatasan kapal patroli laut, pengamanan garis pantai di Banten tidak maksimal ditambah dengan capaian kapal patroli yang kurang dari  12 mil laut saat berpatroli menyebabkan garis pantai di Banten rawan penyelundupan.

Kombes Pol Aan Suhanan Wakapolda Banten saat diwawancarai menjelaskan untuk pengamanan dan pantuan lalulintas kapal digaris pantai, kepolisian Banten bersama dengan lanal sebenarnya sudah ada pos pos pengamanan, moncler armoise albizia 2 di tambah kegiatan patroli laut. Namun kendala yang dihadapi oleh pihak Polda Banten saat ini adalah minimnya patroli kapal. Rabu (19/7)

Lebih lanjut Kombes Pol Aan Suhanan menyampaikan Sepanjang garis pantai di Banten memiliki kerawanan penyelundupan dan sangat terbuka karena banyaknya Dermaga-dermaga tikus, seperti contoh di Pelabuhan Hotel Mandalika Anyer tidak ada pengawasan dari stikholder yang ada, karena disana tidak petugas kepolisian lanal dan bea cukai.

Loading...

“Jadi banyak sekali Pelabuhan-pelabuhan terbuka di Banten baik disisi sebelah barat, selatan maupun utara”

Pelabuhan atau Dermaga liar di pesisir laut Banten kurang lebih 30 Pelabuhan, namun hingga saat ini data lengkapnya belum dapat disampaikan terangnya. moncler cluny careers

Menanggapi kasus penyelundupan sabu-sabu yang terjadi di Pantai Anyer Beberapa waktu lalu dirinya menyampaikan, pasca terjadinya penyelundupan sabu-sabu di perairain Banten beberapa waktu, untuk memperketat penjagaan kepolisian Polda Banten bekerjasa sama dengan lanal, stikholder yang ada, Bea Cukai, KSOP semua stikholder yang terlibat dalam pengamanan laut.

Kombes pol Aan Suhanan menceritakan  terkait dengan penyeludupan sabu-sabu yang terjadi di Anyer beberapa waktu yang lalu, Polda Banten beralasan kapal pembawa sabu-sabu seberat 1 ton lebih tersebut mematikan alat radar hingga tidak terdetek oleh petugas patroli.

monster beats flipkart from china “>”Iya tidak masuk radar, karena dimatikan alatnya. Kapal dari jalur Taiwan saat itu masih terdeteksi dan sudah dilakukan pengintaian namun setelah memasuki kepulauan Riau radar kapal dimatikan dan petugas kehilangan kapal tersebut”

Dari Taiwan membawa sabu, menuju kepulauan Riau kemudian menuju perairan Banten melalui Selat Sunda, dan sudah diketahui bahwa Selat Sunda adalah jalur pelayaran Internasional dan ribuan kapal melintas disana, akibat radar kapal dimatikan maka petugas tidak dapat memantau keberadaan kapal yang mengangkut sabu-sabu tersebut, terkait peralatan kapal juga tidak terbilang canggih, hanya saja radar dimatikan maka tidak terdeteksi.Tandasnya (mow/viko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here