PDAM Berikan Sanksi Kepada Warga yang Menunggak

Foto : Net

Centralnews – SERANG, Diduga sekitar 1000 sambungan rumah (SR) air milik warga diputus oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Albantani Kabupaten Serang. Pemutusan ini dikarenakan pelanggan yang tidak membayar tagihan.

Hal ini guna memberikan sanksi tegas kepada para pelanggan yang menunggak untuk membayar tagihan dan untuk pelanggan yang menunggak hutang hingga puluhan juta rupiah.

Seperti yang dikutip dari LiputanBanten,“Total (pelanggan PDAM Tirta Albantani-red) sampai saat ini yang sudah kita tutup ada sekitar1000 SR. Jadi jika pas awal saya masuk ke Kabupaten Serang ada sekitar 31.000 lebih SR, sekarang SRnya tinggal 30.002 SR,” ujar Dirut PDAM Tirta Albantani Kabupaten Serang, Wahyu Prihantono, (19/07)

‎Wahyu menuturkan, dari ribuan pelanggan yang menunggak tersebut, sedikitnya ada sekitar 100 SR milik perusahaan atau niaga yang menunggak selama bertahun-tahun. Paling banyak tersebar di wilayah Kecamatan Bojonegara dan Cikande dengan rata-rata  nilai tunggakan diatas Rp20 juta.

“‎Jadi perusahaan-perusahaan yang ditutup akan saya kasih peringatan selama tiga kali, tapi kalau dia tidak mau membayar, saya akan mengambil jalur hukum. Artinya walaupun mereka sudah ditutup, tetapi karena pernah memakai air ya harus bayar,” katanya.

Loading...

‎Disinggung mengenai nilai tunggakan dari sekitar 1000 SR yang ditertibkan tersebut, Wahyu memperikarakan nilai piutangnya mencapai sekitar Rp1 miliar. Namun ia juga mengakui masih menemukan daerah-daerah yang tidak mendapatkan air, tetapi tetap dicatat setiap bulan sebagai piutang.

“Nanti kita akan memberikan data ini ke dewan pengawas ke Ibu Bupati dan kepada Dewan, kira-kira dari sekian pelanggan yang memang tidak punya air dan memang dia tidak bersedia bayar karena tidak punya air, mau diapain? Karena hak menghapus itu bukan di PDAM, tetapi adanya di ibu bupati dan di dewan,” katanya.

Ia berharap tahun 2018 nanti jumlah pelanggan PDAM Tirta Albantani sudah benar-benar murni.”Jadi kalau ada pertanyaan pelanggan PDAM makin turun ya memang makin turun, karena harus tertib. Bila diibaratkan KTP itu bukan KTP ganda lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa mengatakan, pihaknya akan terus mengejar pelanggan PDAM‎ Tirta Albantani yang masih menunggak, bahkan akan melibatkan Kejaksaan Negeri Serang dalam melakukan penagihan.”Tapi kita juga akan mengecek jaringannya, apakah efektif atau tidak?, sebab mereka yang belum bayar itu bisa saja karena dia bandel, bisa juga tidak mau bayar karena airnya tidak mengalir. Karena kalau tidak mengalir, mereka tidak wajib bayar,” katanya. (viko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here