PKL Keluhkan Satpol PP Tidak Adil Saat Bangunan Liar di Tertibkan

Foto : net/ilustrasi

Centralnews – SERANG, Terjadi penertiban bangunan liar milik Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang pipa gas di daerah Blok M pasar Induk Rau, Kota Serang oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang. (20/7)

Seperti dilansir dari situs LiputanBanten, Salah satu pemilik Pedagang Kaki Lima (PKL), Amran (37) mengaku kecewa dengan tindakan Satpol PP, karena memilih-milih bangunan yang dibongkar.

moncler beanie boots mens “>“Iya ini dibongkar, tadinya saya mau ngambil asbes tapi di pecah semua. Bagunannya juga tidak dibubar semua kalau kayak gini tidak adil,” ujar Amran kepada wartawan saat temui di lokasi.

Ia mengaku baru berjualan selama 4 bulan, dan sudah memberikan uang keamanan senilai Rp150.000 per bulan.

“Saya berjualan di sini baru 4 bulan, ugg outlet atlantic city arizona emang saya tahu tanah ini milik pipa gas bukan tanah saya. Setiap bulan saya bayar ke pengaman 150 ribu per bulan,” ujarnya.

Loading...

Saat ditanya terkait pemberitahuan penertiban dari Pol PP, Amran mengaku belum ada pemanggilan, namun hanya menerima surat agar segera dilakukan pembersihan barang-barang.

“Ada pemberitahuan berbentuk surat tapi tidak ada pemanggilan terkait penertiban, saya aneh ko ini tidak semuanya dibongkar, moncler jacket acorus 2 makanya itu saya tidak terima ini kan tidak adil, katanya dari jembatan (Cinanggung) itu dibongkar semua sampai sini ternyata masih ada yang tidak dibongkar,” cetusnya.

Namun saat dimintai keterangan, tidak ada satupun dari anggota Satpol PP Kota Serang yang mau berkomentar terkait pembongkaran bangunan liar tersebut. (viko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here