Batu Besar Pelantikan Sultan Banten

Foto : (dok.centralnews/yandhi)

Centralnews – SERANG, Batu besar dan tebal berbentuk sajadah panjang terbentang menjadi saksi sekitar 21 Sultan Banten dilantik menjadi raja di Kesultanan Banten selama ratusan tahun lamanya.

Namun kini keberadaan Watu Gilang itu tak terurus, seperti reruntuhan Keraton Surosowan yang ditumbuhi oleh rumput yang tinggi dan penuh coretan.

Terhampar ditengah sesaknya bangunan pedagang semi permanen membuat wisatawan maupun peziarah harus ekstra mencarinya. Sama seperti perjalanan menggunakan kendaraan bermotor yang harus ekstra menghadapi jalanan rusak menuju Kesultanan Banten meski kini sedang diperbaiki.

“Target kita rencanakan (revitalisasi Banten Lama) selesai dua atau tiga tahun. Karena ini kan cukup luas. Kita buat dulu DED nya,” kata Andhika Hazrumy, monster beats apple accessories Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Jum’at (21/07/2017).

Berada di antara Masjid Agung Banten dan reruntuhan Keraton Surosowan, Watu Gilang hanya diberi pembatas pagar tipis dengan papan informasi seadanya.

Loading...

Bahkan telah menjadi rahasia umum, untuk wisatawan maupun peziarah yang akan mengunjungi Masjid Agung Banten dan berziarah ke makam para Sultan Banten akan disambut oleh deretan kotak amal dan pengemis yang jika kita sadari akan membuat tidak nyaman pengunjung.

Tak hanya itu, para pedagang pun tampak berjubel tak teratur di zona inti situs Kesultanan Banten yang seharusnya steril dari aktifitas apapun demi kelestariannya. Semua itu seharusnya menjadi tanggung jawab Pemkot Serang.

“Fungsi kami kordinasi administratif. ugg outlet clarksb rg citadel Kami akan membantu anggaran yang dibutuhkan oleh Pemkab dan Pemkot Serang,” terangnya.

Pihaknya berjanji akan berusaha mendekatkan penataan kawasan Banten Lama agar ‘kembali jaya’ seperti zaman dahulu.

“Supaya ada gambaran secara keseluruhan. Di Pemkot Serang kan sudah ada gambaran tiga dimensinya, jadi harus kita selaraskan dulu,” jelasnya.

Dalam sejarahnya, Watu Gilang dipergunakan sebagai tempat pengasingan atau penobatan Sultan Banten. Dahulu, ketika pendirian Kota Surosowan sebagai Ibu Kota Kerajaan Banten atas petunjuk dan nasehat dari Sunan Gunung Jati kepada putranya, moncler shirts shoes 2 Maulana Hasanudin, yang kemudian menjadi Sultan pertama Kerajaan Banten.

Watu Gilang harus berada ditengah kota dan tidak boleh digeser. Karena jika digeser maka dipercaya akan menyebabkan keruntuhan kerajaan.

Berdadarkam catatan dalam Serat Banten, Watu Gilang dipercaya berasal dari Kerajaan Pajajaran yang ditaklukan oleh Banten tahun 1579M. Bernama lengkap Watu Gilang Sriman Sriwacana, dipindahkan ke Banten Lama oleh panembahan Yusuf atas perintah ayahnya, Sultan Maulana Hasanudin. (yandhi/viko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here