Bagaimana Nasib Dosen HTI, Menteri Ristek : Keputusan Rektor Jangan Sampai Menjadi Politis

Centralnews – NASIONAL, Sejumlah pimpinan perguruan tinggi negeri mulai melakukan pendataan dan pendekatan persuasif terhadap staf pengajar atau dosen yang diduga menjadi pimpinan atau anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Beberapa pimpinan perguruan tinggi memilih melakukan komunikasi persuasif dengan para dosen agar tidak lagi mengkampanyekan ide-ide yang bertentangan dengan Pancasila.

Tindakan ini merupakan tindak lanjut atas keputusan pemerintah yang telah membubarkan HTI melalui penerbitan pemerintah pengganti undang-undang, serta permintaan pemerintah agar semua perguruan tinggi ikut berperan aktif membendung kegiatan HTI di dalam kampus.

Beberapa perguruan tinggi di Indonesia merupakan salah-satu sasaran perekrutan dan penyebaran nilai-nilai yang dianut HTI, seperti yang diakui oleh pimpinan organisasi tersebut.

Loading...

Tidak diketahui persis berapa jumlah dosen yang menjadi pimpinan, pengurus atau anggota HTI, tetapi diperkirakan jumlahnya terus bertambah.

Di Yogyakarta, misalnya, lembaga Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS) UGM, Yogyakarta, moncler beanie boots mens menduga jumlah dosen yang menjadi aktivis HTI terus bertambah sejak 2009 lalu.

Sejumlah dosen di Universitas Gadjah Mada, UGM, diketahui menjadi anggota aktif HTI, dan salah seorang diantaranya adalah Muhammad Kholid Ridwan.

Dalam acara deklarasi menolak radikalisasi di kampus, pekan lalu, Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, menyerahkan sepenuhnya kepada rektor masing-masing perguruan tinggi dalam menindak dosen yang menjadi anggota HTI.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir, ingin agar dosen perguruan tinggi terkait Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) untuk keluar dari ormas yang dibubarkan pemerintah itu. Penggawa Forum Rektor Indonesia (FRI) berharap agar pemerintah tak main pangkas dosen-dosen yang berafiliasi dengan HTI.

Guru besar pendidikan dan mantan Rektor Universitan Negeri Yogyakarta (UNY) ini khawatir aksi pangkas-pangkasan dosen yang terafiliasi dengan HTI malah tidak efektif. Pemetaan terhadap orang-orang yang terkait dengan HTI perlu cermat, dan eksekusinya juga harus persuasif, bukan persekutif.

ugg outlet near me coupon “>”Takutnya, kita ini hanya mengejar bungkusnya. Tapi dibalik itu esensi dari radikalisme apakah sudah ditangkap? Deklarasi-deklarasi antiradikalisme di mana-mana, apakah itu menyelesaikan masalah? Kita jangan sampai latah,” ujar Rochmat. dikutip dari Detik

Bila yang dikejar adalah deradikalisasi, maka yang perlu dikedepankan adalah upaya edukatif memberikan materi Pancasila dengan baik. Pemahaman keagamaan yang benar juga perlu diberikan sejak awal masa kuliah di perguruan tinggi, tak hanya ditujukan untuk memenuhi syarat kelulusan.

Soal penanganan dosen terkait HTI, menurutnya itu juga harus berdasarkan landasan legal yang kokoh. Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas harus disahkan DPR menjadi Undang-undang terlebih dahulu. Kemudian, proses di PTUN juga harus beres.

Masing-masing pihak kampus juga diimbaunya menghindari sikap gegabah. Kampus adalah lingkungan intelektual yang berorientasi kepada masyarakat, bukan berorientasi kepada birokrat-politisi. Independensi kampus harus tetap terjaga. monster beats fake vs real for sale Kampus tidak boleh gampang diombang-ambingkan dinamika politik.

“Jangan sampai keputusan rektor jadi politis. Kita harus moderat dan hati-hati,” ujar Rochmat.

Dia menghargai sikap pemerintah dan kini menunggu proses final terkait implementasi Perppu itu. Soal pernyataan dosen HTI harus memilih salah satu yakni menjadi PNS atau tetap bertahan di HTI, menurutnya solusi tak bakal semudah itu.

“Jangan semena-mena lah. Tidak harus sesegera itu,” kata dia.

Sebelumnya, Menristekdikti M Nasir menyatakan berencana mengumpulkan rektor seluruh Indonesia pada 26 Juli nanti. Dia mengingatkan agar semua dosen patuh terhadap PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, bahwa PNS harus setia kepada Pancasila dan UUD Negara RI 1945. Dia memberi dua pilihan kepada dosen yang terlibat HTI. (rifa)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here