Terkait Dugaan Korupsi, Dewan Angkat Bicara Mengenai Sistem Pengawasan

Foto : net/RSUD Banten

Centralnews – SERANG, Direktur RSUD Banten Dwi Hesti Hendarti resmi menyandang status tersangka korupsi dana jasa pelayanan (jaspel) RSUD Provinsi Banten tahun 2016, terkait perihal tersebut Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten, Fitron Nur Iksan mengakui kelemahan pengawasan pihaknya.

Seperti yang dilansir dari bantennews, “Secara pribadi saya prihatin atas kejadian itu. Secara kelembagaan Komisi V, michael kors card holder c 1004 harus saya akui DPRD lemah dalam melakukan pengawasan sehingga ini terjadi,” kata Fitron melalui sambungan telpon kepada wartawan, Senin (24/7/2017).

Jika saja pengawasan Komisi V DPRD Banten ketat, lanjut dia, maka antisipasi dan kontrol dapat dilakukan sehingga kasus tersebut tidak sampai masuk ke ranah hukum. “Di dalam rakor pernah kita konfirmasi terkait persoalan itu, kepada Direktur RSUD, ugg outlet return policy ct namun tidak mendapat jawaban menyeluruh,” kata dia.

Selanjutnya, ia mengaku akan melakukan pemantauan terkait kelanjutan kasus tersebut. Kepada pihak Kejaksaan Negeri Serang, Fitrin berharap agar dapat menjalankan proses hukum seadil-adilnya. “Tetap mengedepankan praduga tak bersalah,” imbuhnya. moncler cardigan chicago

Sebelumnya, pihak Kejaksaan Negeri Serang telah menetapkan status tersangka kepada Direktur RSUD Banten Dwi Hesti Hendarti. Ia terjerat kasus dugaan korupsi dana jasa pelayanan (jaspel) di RSUD Provinsi Banten tahun 2016 senilai Rp 17,872 miliar. (viko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here