Harga Garam Naik 400%, DPRD Lebak Sidak Pedagang Pasar

Foto: dok.centralnews/andri

Centralnews – LEBAK, Akibat menurunnya pasokan dari distributor, harga garam di Provinsi Banten, tepatnya di Pasar Tradisional Rangkasbitung mengalami kenaikan hingga 400%. Kondisi ini mengundang Perhatian Komisi Dua DPRD Lebak Sidak ke Pasar Tradisional Rangkasbitung, Jumat (28/7/2017).

“Kenaikan harga Garam yang melambung ini memang sudah menjadi isue Nasional se-Indonesia. Kami akan secepatnya melakukan koordinasi dengan Dinas terkait yang dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag),tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, kasihan masyarakat,”Ujar Diding Djamaludin ketua Komisi Dua yang ditemui usai sidak. nfl jerseys discount denver broncos

Foto: dok.centralnews/andri

Dikatakan Diding Djamaludin komisi dua asal Praksi Golkar yang didampingi oleh tim DPRD lainnya, yakni Agus Komisi dua PKS, Acep Dimyati PKB, Iwan Nasdem, Acep Yahya Pdip merasa terkejut mendapat informasi atas terjadi naiknya harga Garam yang melambung hingga mencapai 300-400%  merupakan yang kali pertama terjadi di Kabupaten Lebak.

“Sepengetahuan kami di Lebak ini tidak ada Distributor Garam secara khusus. Hasil komunikasi sidak kami tadi dengan para pedagang, mereka biasa dikirim Distributor dari Kota, michael kors bedford d15b Kita sedang cari tau apa penyebab naikannya, apakah ada permainan dari para tengkulaknya atau mungkin karena pasokannya berkurang,”Bebernya.

Foto: dok.centralnews/andri

Menurut Cecep mengatakan, “Pedagang berharap pemerintah segera menstabilkan harga garam ini. Selain berdampak pada omset penjualan, garam bata saja dari sananya sudah tinggi harganya. Biasanya per satu pak garam bata Rp 3.500 sekarang Rp 12. nfl jerseys black and white quiz buy 000, sementara untuk garam halus itu jauh lebih mahal lagi, biasa dari sana per satu pak besar Rp 13.000 hingga Rp 15.000, dan sekarang mencapai Rp 35.000,” harapnya. (andri/ani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here