Terancam Dikenakan Denda Rp 6 M, Pemerintah Larang Warga Jual Bensin Eceran

Foto: Net/Ilustrasi

Centralnews – NASIONAL, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, melarang warga berjualan bensin eceran. Merujuk pada Undang-Undang No 21 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Di dalam Pasal 55 UU Migas disebutkan bahwa orang yang menjual bensin secara ilegal akan berurusan dengan hukum. Penjual pun dapat terancam enam tahun kurungan atau denda Rp 6 miliar.

Alasan adalah faktor keselamatan. Bensin eceran dianggap membahayakan bagi orang lain. Hal tersebut berpotensi menyebabkan kebakaran dan ledakan hebat.

Karena itu, Disperindag berencana menertibkan semua pedagang yang melanggar aturan. Terutama warga yang berjualan tak jauh dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Seperti dilansir jpnn.com, Kadisperindag Kutim Muhammad Edwar Azran mengatakan, “Penjualan bensin eceran tidak boleh bebas. Kalau bebas nanti tidak terkontrol. Untuk itu perlu ditertibkan. Penertiban akan kami lakukan di areal SPBU dulu. Setelah itu baru ke tingkat bawah,”.

Loading...

Sebelum dilakukan penertiban, pihaknya akan menggelar sosialisasi secara kontinyu. “Kalau mereka sudah mengerti, baru kami tertibkan. Kemungkinan tahun ini sudah bisa dikukan secata bertahap,” kata Edwar.

Menurut Wakil Bupati Kasmidi Bulang, pedagang bensin eceran memang layak ditertibkan. “Meraka mencari uang tetapi keselamatan tidak. Padahal itu sangat membahayakan,” kata Kasmidi.

Dalam waktu dekat, Pemkab Kutim akan mengundang semua pelaku usaha. “Mereka akan dikasih waktu juga. Ya bertahap, lah. Karena tidak mungkin juga kami tumpahkan piring nasi mereka. Makanya perlu dikumpulkan dan diatur,” ujarnya. (ani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here