Pemasang CCTV di Serang Lepas Dari Jeratan Pidana

Foto: Net/Ilustrasi CCTV

Centralnews – SERANG, Pemilik kosan yang memasang CCTV di kamar mandi kosan mahasiswi UIN SMH Banten pada beberapa hari yang lalu. Kini pelaku dilepaskan dari jeratan hukum pidana. Karena, perbuatan pelaku tidak memenuhi salah satu unsur pasal pidana.

Seperti dilansir dari kabar banten, “Bukti-bukti yang dikumpulkan tidak menunjukkan bahwa perbuatan A telah melanggar salah satu pasal pidana. Misalnya, awalnya akan digunakan Undang-Undang ITE Nomor 31 ayat 1, namun pasal ini mengharuskan adanya rekaman.” Kata Komisaris Polisi Tidar Wulung Dahono, Wakil Kepala Kepolisian Resort (Polres) Serang Kota, Selasa (1/8/2017).

Lanjutnya, michael kors cologne clothing A tidak merekam aktivitas di kamar mandi melalui CCTV, melainkan hanya melihat tayangan langsung. “Yang bersangkutan tidak merekam, tapi melihat secara langsung, itu dari pengakuannya dan dari beberapa korban menyatakan seperti itu,”.

Selanjutnya, pasal yang paling mungkin dikaitkan dengan kasus ini yaitu Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Dalam pasal 26 ayat 1 disebutkan masalah kesusilaan. Namun kesusilaan dapat dikategorikan pidana apabila unsurnya dipertontonkan. Sementara, A mengaku hanya mengonsumsi sendiri.

Pihaknya juga mencoba mengaitkan kasus ini dengan KUHP pasal 281 ayat 1 perihal kesusilaan. Pasal ini juga menuntut adanya tindakan mempertontonkan kepada orang lain.  Jika diinginkan, nfl jerseys europe from china kata dia, kasus ini bisa dibawa ke ranah hukum perdata. Korban dapat mengajukan gugatan perdata atas gugatan merasa dirugikan oleh ulah bapak beranak dua tersebut.  “Untuk perdata bukan lagi menjadi wilayah kami, itu ranahnya pengadilan. Yang jelas upaya kami (Polres Serang Kota) sudah maksimal dari awal, agar tidak muncul keresahan dalam masyarakat,” ucapnya.

Loading...

Saat ini, pelaku masih dalam pengawasan pihak kepolisian. Hal itu dilakukan untuk menunggu kemungkinan adanya upaya gugatan perdata yang dilayangkan korban. Diketahui sebelumnya, seorang pemilik kosan di wilayah Palima, Curug, Kota Serang berinisial A dilaporkan oleh penghuni kosannya, karena diduga memasang CCTV di kamar mandi kosan itu. monster-beats-earbuds-review-lawsuit CCTV tersebut digunakan A untuk memantau aktivitas di kamar mandi kosan yang sebagian dihuni mahasiswi UIN SMH Banten.

ES, salah seorang mahasiswi menuturkan, aksi pria beranak dua tersebut diketahui setelah salah satu mahasiswi melihat benda menyerupai jam tangan di pelapon kamar mandi kosan itu. Karena curiga, benda kemudian diambil untuk diperiksa, hasilnya ternyata benda itu CCTV. Di bagian CCTV juga terdapat kabel yang tersambung ke sebuah kios peralatan mobil milik A, letaknya tidak jauh dari kosan tersebut. Awalnya, saat ditanya A tidak mengakui bahwa benda itu merupakan CCTV. Karena telanjur kesal, penghunipun akhirnya melaporkan A ke Polres Serang Kota. “Ditanya ngakunya sensor mobil,” katanya. (ani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here