Diduga Pemkab Pandeglang Menunggak Biaya ‘Mamin’ Rp 1 Miliar

Foto: Net/Ilustrasi

Centralnews – PANDEGLANG, Diduga Pemerintah Kabupaten Pandeglang menunggak pembayaran biaya makan dan minum (mamin) kepada pihak ketiga sebagai penyedia makanan dan minuman. Tunggakan tersebut pada tahun anggaran 2016 nilainya sangat fantastis mencapai Rp 1 Miliar lebih.

Dilansir dari laman kabar banten, Salah satu pihak ketiga sebagai penyedia mamin yang enggan disebutkan namanya mengatakan, akibat tidak dibayar oleh Pemkab, pihaknya mengalami kerugian puluhan juta. Bahkan pihak ketiga yang belum dibayar oleh pemerintah daerah jumlahnya banyak. Ada yang sifatnya perorangan, ada juga perusahaan rumah makan.

Menurutnya, uang tersebut akan digunakan kembali untuk usaha. Karena belum cairnya uang mamin dari pemerintah, para penyedia mamin mayoritas masyarakat Pandeglang mengalami krisis usaha. Sampai saat ini para pihak ketiga sangat berharap pemkab segera melakukan pembayaran, agar usahanya bisa tetap berjalan.

Ditempat lain, Tatang Muhtasar mantan Kabag Perlengkapan dan Rumah Tangga Setda Pandeglang, membenarkan adanya tunggakan untuk mamin sekitar Rp 1 miliar lebih. Tetapi tunggakan itu bukan pada saat dirinya menjabat, karena terjadi pada tahun anggaran 2016. Sementara dirinya menjabat pada tahun 2017.

“Waktu saya menjabat tahun 2017, insya Allah tidak ada piutang dan tunggakan dan lancar. Tapi soal tunggakan mamin itu yakni bukan saat saya menjabat, karena itu terjadi tahun 2016. Jika memang ada yang merasa dirugikan pihak ketiga saat saya menjabat silakan hubungi saya, tapi insya Allah itu tidak akan ada. Tetapi kalau 2016 lalu, setahu saya memang ada tunggakan Rp 1 miliar lebih, dan waktu itu saya belum menjabat,” ucapnya.

Loading...

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pejabat yang menjabat Kabag Perlengkapan dan Rumah Tangga tahun anggaran 2016. Sementara itu, Pj Sekda, Ferry Hasanudin yang mencoba dihubungi lewat telefon, namun pihaknya belum bisa dihubungi.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Pandeglang, Habibi Arafat menyayangkan Pemkab Pandeglang masih ada tunggakan makan minum ke pihak ketiga pada tahun anggaran 2016. Untuk itu, pihaknya segera melakukan penelusuran kebenaran informasi tersebut.

“Kita akan telusuri terlebih dahulu kebenarannya. Sebab kalau anggaran APBD itu sudah terserap, tapi masih meninggalkan piutang ke pihak ketiga itu akan menjadi masalah. Terus aneh kan, uangnya ada untuk makan minum di APBD, kok sampai ada tunggakan ke pihak ketiga. Lantas kemana uangnya,” tuturnya. (ani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here