Ronda, Cara Pemkab Lebak Cegah Paham Radikalisme

Foto: Dok.centralnews/Yandhi

Centralnews – LEBAK, (02/08) Guna mencegah tindakan radikalisme, Kabupaten Lebak memerintahkan seluruh masyarakatnya untuk menggalakkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) atau yang akrab disapa ronda. Dimana, ronda sendiri telah mulai hilang di masyarakat, khususnya di daerah perkotaan. Sehingga memudahkan ideologi radikal mudah masuk.

“Saat ini kondisi masyarakat sudah hampir dikuasai oleh informasi teknologi yang sulit dibendung. Hoax, hasutan dan faham yang tidak jelas dengan mudah menyebar di masyarakat,” kata Iti Oktavia Jayabaya, Bupati Lebak, saat menghadiri sosialisasi anti radikalisme yang digelar oleh tim divisi Humas Mabes Polri di Aula Multatuli Pemkab Lebak, Rabu (02/08/2017).

Selain itu, Polres Lebak pun mengaku telah menggandeng ulama, kyai dan Pondok Pesantren (Ponpes) guna mencegah tindakan anarkis dan paham radikal ditengah masyarakat.

“Dalam hal ini Polres Lebak telah melakukan antisipasi penyebarluasan paham radikalisme salah satunya dengan cara pemberian himbauan melalui Kamtibmas, tokoh masyarakat, para ulama dan kiyai,” kata AKBP Dani Arianto, Kapolres Lebak, ditempat yang sama, Rabu (02/08/2017).

Selain melakukan pemahaman tentang anti gerakan radikal, tim Divisi Humas Mabes Polri pun memberikan pengarahan terkait UU ITE nomor 19 tahun 2016.

Loading...

“Tujuan ini untuk memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat agar tidak tergoda oleh ajakan yang dilakukan paham radikalisme yang menyebarluaskan pahamnya. Karena hal itu tidak sesuai dengan ideologi bangsa Indonesia,” kata Kombespol Sulistyo Pudjo Hartono, analis Kebijakan Divisi Humas Mabes Polri, ditempat yang sama. (yandhi/ani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here