Kunjungan Kerja ke Natuna, Susi Pudjiastuti Masih Temukan Kapal Pencuri Ikan

Centralnews – NASIONAL,   Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, hari ini melakukan kunjungan kerja ke Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Selain itu, Susi juga sempat meninjau wilayah perairan Natuna dengan menggunakan Helikopter, guna memantau kondisi wilayah perairan Natuna yang diketahui menjadi salah satu wilayah yang paling banyak dilakukan aktivitas illegal fishing di Indonesia. Susi mengaku masih banyak ditemukan kapal-kapal asing yang berada di perairan Indonesia.

“Kemarin saya terbang keliling sampai ke pulau Seloang, pulau Bunga, Teluk Buton, keliling semua dari airport, lihat kapal-kapal, nelayan, perkampungan. Saya juga lihat 5 kapal Indonesia, tapi lunasnya Vietnam dan Thailand,” kata Susi dalam paparannya kepada nelayan di SKPT Selat Lampa, Natuna, Senin (7/8/2017).

Kapal-kapal asing tersebut dia bilang bisa dilihat dari bentuk lunas atau struktur bagian depan kapal yang berbeda dengan kapal milik Indonesia. Meski kapal tersebut bernama Kapal Indonesia, namun bentuk lunasnya berbeda dengan kapal Indonesia.

Loading...

Susi Pudjiastuti juga hari ini melakukan kunjungan kerja ke Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Sebelumnya, Susi telah berada di Natuna selama empat hari, dengan menggunakan kapal pengawas perikanan ORCA berlayar dari Pontianak selama 14 jam.

Dalam agendanya Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti hari ini juga akan memberikan beberapa bantuan untuk nelayan di Kabupaten Natuna. Bantuan tersebut adalah realisasi dari program-program KKP yang telah dicanangkan dalam dua tahun terakhir.

Bantuan yang akan dibagikan tersebut di antaranya bantuan Premi Asuransi bagi Nelayan (BPAN) 2017 untuk 72 nelayan, masing-masing senilai Rp 175.000 (nilai premi/nelayan).

Susi juga akan membagikan dua paket Kapal Pengangkut Ikan ukuran 30 GT, KM Nelayan 2016-02 dan KM Nelayan 2016-03 masing-masing senilai Rp 2,25 miliar per kapal, dan juga paket alat penangkapan ikan, yakni bubu lipat ikan sebanyak 72 unit dengan nilai Rp 1,97 miliar.

Pembagian bantuan asuransi, alat tangkap dan kapal pengangkut ikan ini adalah bagian dari rencana KKP mengoptimalisasi fungsi Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) yang dibangun di pulau-pulau terdepan dan terluar Indonesia.

Melalui SKPT tersebut, pemerintah membangun pusat ekonomi bagi nelayan di kawasan perbatasan dengan basis spasial serta sektor kelautan dan perikanan sebagai penggerak utama ekonominya.

Program yang dicanangkan ini menjadi sangat strategis sebagai perwujudan nyata dari Nawa Cita ke-3 yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. (rifa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here