Puslabfor Mabes Polri Olah TKP Meledaknya Kapal

Centralnews – CILEGON, Tim Puslabfor Mabes Polri bersama Polda Banten dan Polres Cilegon melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) PT Krakatau Shipyard, lokasi meledaknya kapal yang menewaskan lima pekerjanya, pada Sabtu 12 Agustus 2017.

“Dari pihak kepolisian dari Puslabfor Mabes Polri sedang melakukan investigasi, pemeriksaan. Tentang sebab kejadian dari pada ledakan itu, dari mana asalnya, seperti apa dampak dari kejadian itu. Dari Polda Banten juga ada dan dari Polres Cilegon,” kata Bay Mokhamad Hasani, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut pada Dirjen Perhubungan Laut (Hubla), Kemenhub, saat ditemui usai olah TKP, Sabtu (12/08/2017).

Seluruh korban meninggal ledakan digalangan kapal yang berada di Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Banten, mendapatkan bantuan uang santunan senilai Rp 50 juta dari perusahaan PT Krakatau Shipyard yang merupakan  perusahaan Kerjasama Operasional (KSO) antara Kemenhub dengan PT Koja Bahari.

“Santunan yang diberikan kepada masing-masing korban meninggal kerjasama dari KSO. Yang masih dirawat menajadi tanggung jawab KSO sampai pulih kembali. Harus ada perawatan yang intensif, karena harus ada yang di operasi,” kata Askan Naim, Dirut PT Krakatau Shipyard, ditemui ditempat yang sama, Sabtu (12/08/2017).

Loading...

Askan mengklaim perusahannya telah menerapkan Standar Operasional Perusahaan (SOP) dan memberlakukan Keselamatan, Kenyamanan, dan Keamanan (K3).

“Kami punya standar safety nya, punya prosedur, terkait safety, setiap proyek ada standarnya. Namun karena ini musibah, tentu ini diluar kemampuan kami,” jelasnya.

Namun awak media yang meliput olah TKP dilarang memasuki lokasi kejadian yang berada di areal Blok VI.

“Tidak boleh diambil, masih dalam suasana berkabung. Instruksi dari atasan kami,” kata petugas keamanan PT Krakatau Shipyard yang tidak diketahui namanya itu yang berjaga di pintu gerbang perusahaan galangan kapal, Sabtu (12/08/2017).

Perlu diketahui bahwa pada Jumat, 11 Juli 2017, terjadi ledakan di PT Krakatau Shipyard yang disebabkan oleh kebocoran pada tabung gas yang mengakibatkan lima pekerjanya meninggal dunia dan empat lainnya luka-luka. (yandi/rifa)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here