Kontroversi Kebijakan Full Day School, Jokowi: Tak Perlu Risau soal “Full Day School”

Centralnews – BANTEN,  Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon, Hery Haryanto Azumi meminta Presiden Joko Widodo untuk mengundang semua pemangku kepentingan untuk membahas masalah pendidikan karakter.

Hal itu terkait dengan protes dari kalangan Nahdlatul Ulama terhadap kebijakan full day school yang akan “membunuh” madrasah diniyah.

Ia menilai, jika suara-suara pemangku kepentingan pendidikan karakter, terutama dari kalangan NU, tidak diperhatikan, dikhawatirkan bisa memicu gejolak di masyarakat.

Dikutip dari situs Kompas “Agar tidak berkembang liar dan tidak produktif, sebaiknya Presiden segera mengundang para stakeholder pendidikan karakter agar dapat menyerap aspirasi secara langsung. monster beats studio wireless by dre Jika salah menangani gejolak dan kontroversi ini, dikhawatirkan kaum Nahdliyin merasa ditinggalkan oleh pemerintah,” ujar Heri kepada Kompas.com, Minggu (13/8/2017).

Loading...

Sementara itu Presiden Joko Widodo meminta masyarakat tidak perlu khawatir soal wacana lima hari sekolah atau full day school. Hal ini disampaikan Jokowi dalam akun Facebook resminya, Senin (14/8/2017).

“Tak perlu risau soal wacana lima hari sekolah (full day school)” tulis Jokowi sambil mengunggah foto empat anak berseragam sekolah dasar. Foto tersebut diberi tulisan, ‘lima hari sekolah bukan keharusan!’.

nfl jerseys ranked custom “>Jokowi mengatakan, bagi sekolah yang selama ini menerapkan sekolah enam hari untuk tetap melanjutkannya.

Tidak perlu berubah sampai lima hari,” kata dia.

Begitu pula bagi yang selama ini sudah menerapkan lima hari sekolah atau 8 jam belajar dalam sehari, Jokowi meminta hal tersebut dipertahankan. Yang terpenting, sistem sekolah disetujui oleh semua pihak, mulai dari masyarakat hingga ulama setempat.

“Untuk kedua kalinya saya tegaskan” tulis Jokowi menutup statusnya.

Pada Kamis (10/8/2017) pekan lalu, nfl jerseys discount denver broncos Jokowi memang sudah menyampaikan hal serupa saat diwawancarai wartawan di Istana. Jokowi saat itu mengatakan bahwa ia akan segera menerbitkan Peraturan Presiden yang menggantikan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 tentang sekolah lima hari.

Full Day School sebelumnya mendapatkan penolakan dari kalangan Nahdlatul Ulama karena dianggap dapat mematikan sekolah madrasah diniyah. Sebab, dengan sistem full day school, jam belajar akan menjadi 8 jam setiap harinya atau akan mencapai sore hari. Padahal, sekolah madrasah dimulai di siang hari. (rifa)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here