Rawan Intimidasi, Para Pengemudi Ojek Online Cilegon Takut Kenakan Seragam

Foto : net/ Ojek Online

Centralnews – CILEGON, Adanya intimidasi yang dilakukan sekelompok orang tak dikenal di Kota Cilegon beberapa waktu belakangan ini, membuat para pengemudi ojek online takut mengenakan seragam perusahaan ketika beroperasi

Seperti yang dilansir dari laman BantenRaya, TR, salah satu pengemudi ojek online di Kota Cilegon menuturkan, intimidasi terjadi kemungkinan besar karena ada pihak yang tidak suka dengan kehadiran ojek online.  TR memakai dua jaket di badannya. TR menggunakan jaket seragam dari perusahaannya, namun jaket seragam tersebut ditutupi oleh jaket warna coklat.

“Saya takut mas, kemarin ada driver Go-Jek yang ditimpuk di belakang mall mas,” kata TR , kemarin Kamis (17/8). Namun demikian, masih ada pengemudi ojek online yang tetap memakai jaket seragam. “Kalau ada orang yang tidak suka dengan kehadiran ojek online alasannya apa saya juga tidak ngerti. Padahal, kita kan sama-sama mencari nafkah,” tutur pria yang mengemudikan sepeda motor matik ini.

TR menuturkan, kehadiran ojek online di Kota Cilegon yang belum lama ini, kemungkinan masih dianggap pesaing oleh beberapa penyedia jasa transportasi lain. “Kalau saya jadi driver Go-Jekbaru tiga minggu. Ya semoga saja ke depan bisa tenang mencari nafkah, karena kita wajib pakai seragam,” harapnya.

Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi mengaku akan segera menata sistem transportasi di Kota Cilegon. Agar kehadiran moda transportasi berbasis online dan konvensional tidak saling merugikan. “Ya nanti saya panggil dishub suruh beresin, kehadiran ojek online juga kan cukup membantu warga yang masih menganggur untuk bisa kerja, tapi ini juga harus ditata,” ucapnya.

Loading...

Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon Abdul Ghoffar mengatakan, Dishub Kota Cilegon sebagai mitra Komisi II DPRD Kota Cilegon saat ini belum menyampaikan kehadiran ojek online di Kota Cilegon. Padahal, kehadiran ojek online bisa menjadi masalah baru jika tidak diatur secara pasti.

Namun, ia mengaku jika kehadiran ojek online tidak bisa ditolak karena ojek online bagian dari kemajuan teknologi. “Kita akan lihat perizinannya di DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Cilegon), ini harus ditata sejak awal,” kata Ghoffar. (viko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here